367958_620GENDERANG perang melawan narkotika yang ditabuh Komjen Budi Waseso (Buwas), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), terganjal kabar tak sedap. Satu penyidik BNN, Iptu AM, diciduk polisi dari Polresto Tangerang, karena jualan narkoba.

YUSKA APITYA AJI ISWANTO
[email protected]

Iptu AM diketahui bertugas sebagai penyidik dalam bidang pember­antasan di BNN. Oknum penyidik tersebut ditangkap Polres Metro Tangerang di rumahnya di Bogor, Jumat (18/9/2015) kemarin karena ke­dapatan sebagai penyuplai sabu kepa­da bandar narkoba.

Kabag Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran yang dilakukan oknum BNN yang terlibat peredaran narkoba. “Kami pasti akan berikan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku, bisa pemberhen­tian sebagai pegawai BNN dan bisa juga diusulkan untuk pemecatan kalau dari unsur Polri,” ujar Slamet, dalam keterangan res­minya kepada wartawan, Senin (21/9/2015).

Slamet menambahkan, sebelumnya Ke­pala BNN yang baru, Komjen Budi Waseso telah memerintahkan agar memecat ang­gota yang terbukti terlibat dalam peredaran narkotika. “Sesuai arahan Kepala BNN, ang­gota yang terbukti terlibat peredaran narkoba akan diberi sanksi tegas tanpa terkecuali,” tuturnya.

Baca Juga :  Truk Bermuatan Kardus di Bogor Tabrak Pembatas Jalan Hingga Mobil

Namun demikian Slamet belum bisa me­mastikan apakah oknum penyidik tersebut berperan sebagai pengedar atau hanya seb­agai pengguna. Sekarang ini BNN menyerah­kan sepenuhnya penyidikan terhadap Iptu AM. “Semua penyelidikan kami serahkan kepada Polres Metro Tangerang,” ungkapnya.

Data yang dihimpun menyebutkan, pen­angkapan bermula dari penangkapan dua kurir narkoba yang sebelumnya diringkus bersama se­jumlah barang bukti berupa sabu. Keduanya men­gaku selama ini berhubungan dengan Iptu AM.

Slamet menambahkan, Komjen Budi Waseso juga telah mengintruksikan jika ang­gotanya terbukti terlibat, untuk langsung dipe­cat. “Nanti bisa dilakukan pemberhentian se­bagai pegawai BNN dan kalau dari unsur Polri akan diusulkan pemecatan,” imbuhnya.

Meski demikian, Slamet mengaku be­lum bisa memastikan peran Iptu AM sebagai pengedar atau pengguna barang haram.

Buwas Dikenal Galak

Baca Juga :  Kebakaran SPBU Mini di Air Sugihan OKI, Dua Rumah dan Tiga Motor Habis Ikut Dilahap Api

Bertukarnya posisi Komjen Budi Waseso dengan Komjen Anang Iskandar membuat se­bagaian pegawai di kantor BNN mengaku te­gang. Meski melakukan kegiatan seperti biasa, para karyawan mengaku takut dengan sosok Budi Waseso yang galak.

“Budi Waseso? Galak temen wonge. Tapi bagus, saya salut. BNN butohke wong koyo ngeneki, Mas. (Galak banget. Tapi bagus. BNN membutuhkan orang seperti ini, mas),” kela­kar salah satu pegawai, Sri Utami (27) seorang pegawai di Kantor BNN, melalui BBM ke BO­GOR TODAY, Senin (21/9/2015).

Jebolan Fakultas Perikanan dan Ilmu Ke­lautan Universitas Diponegoro (Undip) itu juga mengaku sejak bergabung bersama BNN tiga tahun lalu, kini korpsnya sedikit berbeda. Sos­ok Budi Waseso yang dikenal tegas dan galak di Bareskrim Mabes Polri santer terdengar hingga seantero BNN. Sedangkan kepergian Anang ke Bareskrim Mabes Polri pun sempat di keluhkan pegawai. “Bedanya banyak. Dulu, Pak Anang kan jarang bicara,” tandasnya. (*)