Untitled-14BOGOR, TODAY – Gunung Pongkor atau tepatnya Desa Ciguha, Kecamatan Nanggung tidak hanya memiliki poten­si emas yang menggiurkan.

Rumah-rumah bedeng yang biasa digunakan para penambang emas liar tanpa izin (PETI) atau gurandil itu juga menjadi kedok untuk tindak prostitusi.

Menurut Bupati Bogor, Nurhay­anti para penambang liar yang berada disana merupakan warga pendatang. “Yang warga asli Ciguha itu Cuma ada sekitar 30 persen saja. Mereka akan kami pikirkan untuk pekerjaan peng­gantinya. Kalo yang pendatang mah, usir saja,” tegasnya, Senin (21/9/2015).

Adanya dugaan pejabat yang mem­bekingi para gurandil dalam berakti­vitas di lahan milik PT Antan Tbk itu, Yanti enggan berkomentar banyak.

“Kita akan bentuk tim khusus disa­na untuk mengantisipasi kegiatan sep­erti ini terulang lagi. Masa iya ada pe­jabat yang membekingi gurandil sih,” singkatnya sambil berlalu.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi terli­hat geram ketika ditanya adanya orang di kalangan eksekutif yang menjadi aktor intelektual dibalik kegiatan para gurandil di Gunung Pongkor. “Jangan sembarangan kalau ngomong. Saya yang bertanggung jawab atas semua anggota dewan,” tukasnya

Baca Juga :  Tenggak Miras Sambil Berkendara, 4 Remaja Jakarta Digiring Polisi di Puncak

Sementara itu, Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto mengungkap­kan, selain banyak bangunan liar, tem­pat prostitusi juga marak di Desa Cigu­ha. Bahkan digunakan sebagai sarang narkoba. Hal itu terungkap ketika be­berapa waktu lalu 22 gurandil ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Bogor.

“Pasca penangkapan gurandil be­berapa waktu lalu kita terus melaku­kan pengembangan, dan ternyata disana pun ada tempat prostitusi yang diperuntukan untuk para gurandil. Disana penuh dengan perbuatan mak­siat. Sudah begitu bangunannya juga liar kan mengganggu,” ujarnya.

Ia melanjutkan, tindakan prostis­tusi ini diduga telah dilakukan sejak tahun 1998. Karena di wilayah itu ja­rang dikontrol oleh pihak keamanan setempat lantaran lokasi yang jauh. “Mungkin saja ini terjadi sudah lama, karena melihat lokasi yang sangat jauh sehingga sulit dikontrol oleh pihak keamanan maunpun masyarakat seki­tar,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Berjanji 2023 Pembangunan Huntap di Sukajaya Rampung

Setelah melakukan penutupan lulang-lubang liar yang berada di Gu­nung Pongkor, pihaknya pun masih akan menurunkan anggotanya untuk menjaga PT Antam Tbk, itu dilakukan untuk mengantisipiasi hal-hal yang ti­dak diinginkan.

“Saat ini kita masih menerjunkan anggota untuk bersiaga disana, karena dikhawatirkan ada gurandil yang nekat untuk menambang emas lagi di Gunung Pongkor. Kita akan amankan hingga situasi disana kondusif,” terangnya.

Polres Bogor juga kini tengah mengembangkan dan memburu para tengkulak yang membeli emas dari pada gurandil. Bahkan walaupun ad­anya isu adanya pejabat yang telah membekingi para gurandil, dirinya sama sekali tidak gentar.

“Kita belum ada arah kesana. Tapi yang jelas, siapapun dia, harus ditin­dak. Karena ini sudah mengganggu masyarakat dan mencemari lingkun­gan. Akan kami kembangkan terus kasus ini dan akan kami tangkap ak­tor dibelakangnya meski dia pejabat,” pungkasnya.

(Rishad Noviansyah)