62818183318SELEPAS solat subuh, Jalan 204 menuju Ja­marat sudah dipa­dati jamaah haji. Jutaan jamaah berduyun-duyun hendak melem­par jumrah. Saya dan rombongan dari Indonesia mengambil waktu melempar jumrah paling pagi, pada saat jamaah haji belum terlalu padat. Selesai melontar jumrah, saya dan rombongan kembali ke maktab untuk beristirahaat sejenak.

Dalam perjalanan menuju maktab yang tak terlalu jauh dari tempat melontar jum­rah ini, saya dan rombongan melihat jamaah haji begitu banyak bergelombang, berdesakan. Kejadian ini sekitar pukul 7.30 waktu setempat atau sekitar pukul 11.30 WIB.

Kejadian itu begitu cepat. Saya sendiri tak melihat persis karena jaraknya cukup jauh untuk dilihat dengan mata telanjang. Yang pasti pada saat itu di Jalan 204 sudah dipenuhi jamaah yang akan menuju Jamarat. Tetapi kelihatannya di persimpangan, terjadi aksi saling dorong, karena ada jamaah yang berada di bagian depan berhenti.

Jumlah jamaah yang akan melempar jumroh Aqabah terlibat sangat banyak, ber­gelombang seperti gelombang air bah. Gel­ombang manusia ini saling bertemu di jalan menuju Jamarat, tepatnya di persimpangan Jalan 204 dan Jalan 223 di Mina. Jamaah sal­ing tumpang bertabrakan dan saling dorong.

BACA JUGA :  Cari Tahu Kapan Puasa Asyura Tahun 2024, Berikut Keutamaannya

Menurut cerita jamaah yang jadi korban selamat musibah ini, di tengah aksi saling do­rong itu terjadi pertengkaran dan saling injak antara para jamaah dan sebagian besar dari mereka terjatuh. Beberapa korban selamat dibawa ke maktab tempat saya menginap untuk diberikan pertolongan. Mereka luka-luka ringan dan mengalami dehidrasi. Sepen­getahuan saya, tidak ada korban jamaah haji asal Indonesia. Semoga semuanya selamat.

Di satu sisi Alhamdulillah saya dan rom­bongan selamat. Tetapi di sisi lain sangat sedih meliat para korban kejadiannya saat kami masuk ke maktab kami yang kebetulan dekat dengan tempat melempar. Saat kami arah pulang, jamaah yang datang tiba-tiba banyaknya luar biasa. Beberapa korban akh­irnya masuk ke maktab kami karena dehidrasi dan luka-luka akibat terinjak-injak.

BACA JUGA :  Tokoh Wartawan Sebut, Empat Bakal Calon Akan Berebut Kursi Ketua PWI Kabupaten Bogor

Saat ini, korban selamat yang mengalami luka-luka dan dehidrasi itu masih sedang di­tolong di posko maktab tempat saya mengi­nap. Ambulance terus berdatangan, helicop­ter juga berputar-putar terus di atas udara Mina di sekitar tempat melontar jumroh.

Menurut informasi yang saya terima, korban kebanyakkan jamaah asal Mesir dan Afrika. Lokasi kejadian tragedi Mina III. Ini adalah lajur dari maktab Mesir-Afrika. Se­mentara maktab jamaah Indonesia berada di zona yang berbeda. Jadi, kecil kemungki­nan jamaah kita yang nyelonong ke jalur itu lalu ikut jadi korban.

Hingga pukul 14.00 waktu Mina atau pukul 19.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 453 orang dan 719 jamaah terluka akibat terinjak-injak. Para korban luka langsung dilarikan ke RS di Mina dan RS yang berada di Makkah.

LAPORAN AYU B NURDIN DARI MINA (*)

======================================
======================================
======================================