Untitled-3TURIN, Today – Juventus start dengan buruk musim ini dan masih tertahan di urutan 13 se­mentara. Tapi sang pelatih, Massimiliano Allegri, menegaskan tak perlu ada kepanikan.

Juve menelan kekalahan ketiga musim ini dari enam pertandingan yang sudah dijalani, saat bertandang ke Napoli, Minggu (27/9/2015) dinihari WIB. Mereka baru menang satu kali dalam periode itu, yang membuat posisi mereka terjerembap.

Saat ini Bianconeri ada di posisi 13 dengan nilai lima. Posisi mereka masih bisa meloroti mengingat Empoli, Hellas Verona, Udinese, Ge­noa, dan Bologna yang berada di belakang masih belum memainkan laga keenamnya. Hasil-hasil sejauh ini juga mengantarkan Juve mencatatkan start terburuk dalam 45 tahun atau sejak 1969/1970. Bukan sebuah catatan apik un­tuk pemegang gelar Serie A terbanyak sekaligus juara di empat musim terakhir.

Baca Juga :  NPCI Dukung Atlet Paralympic Raih Juara Umum pada Paperda VI Jabar

Pantas dikatakan jika Juve berada dalam tekanan, mengingat mereka juga sudah terting­gal 10 angka dari Inter Milan di puncak klasemen yang bahkan belum memainkan laga keenam. Allegri pun mengakui tekanan tersebut, tapi merasa tak perlu ada cemas berlebihan.

Allegri memandang laju timnya dan tekanan yang ada dengan rileks. Dia yakin Juve bakal segera naik ke papan atas lagi. “Saya memperki­rakan orang-orang berpikir saya gila karena mengatakan ini, tapi saya tak khawatir dan seju­jurnya dibandingkan laga-laga lain, saya merasa lebih rileks daripada biasanya,” katanya dikutip Football Italia.

“Apakah saya merasa jadi sasaran tembak? Saya adalah pelatih, jadi saya selalu ada di posi­si sasaran tembak. Sekarang saya harus bekerja demi yang terbaik untuk Juve. Tahun lalu kami tampil baik, saat ini ada sejumlah kesulitan tapi kami harus bekerja untuk melaluinya,” ujarnya.

Baca Juga :  KORMI Kota Bogor Raih 9 Juara di 5 Inorga pada Pembukaan FORPROV ke 4 Tahun 2022

“Apa yang kurang dari tim? Poin-poin. Semua orang melihat berbagai hal dengan cara mereka dan saya melihat sebuah performa yang bagus. Anak-anak tidak tampil dengan buruk,” sambung eks AC Milan ini.

“Di sepakbola ada momen-momen sulit, saya tidak mau melihat wajah-wajah yang tampak seperti kami ada di pemakaman. Momen ini per­lu dihadapi dan dilalui. Orang-orang bersikap se­olah kami dalam krisis karena kami kemasukan gol di sepak pojok detik-detik terakhir melawan Frosinone, tak mengacuhkan performa sebel­umnya. Kami akan menapak naik,” tandas pela­tih 48 tahun ini.

(Adil | net)