bogor-trade-mall-(BTM)-(9)Kasatpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo, menjanjikan inspeksi dan penggrebegan ke wahana lokalisasi terselubung di Bogor Trade Mal (BTM). Sidak diagendakan pekan ini. Waktunya tentatif dan intensitasnya dilakukan tujuh kali dalam sehari dalam jam berbeda.

Oleh :Guntur Eko Wicaksono
[email protected] yahoo .com

Kami akan grebeg pekan ini. Waktunya kita rahasiakan. Untuk harinya kami enggak bisa kasih tau media pokoknya nanti saya kasih kabarnya kalau mau ke­sana,” tegasnya.

Eko juga menambahkan dirinya sudah mendapat lapo­ran dari anggotanya bahwa prostitusi terselubung di BTM itu memang ada. “Anggota intel saya sudah ditaruh disana dan sudah mendapatkan linknya mungkin sedang nego jadi ya, engga lama lagi lah kita ung­kap,” tuturnya.

Seorang anggota intelkam Satpol PP mengatakan dirinya memang sudah lama ditempat­kan di BTM khusus untuk mengawal prostitusi terselubung. “Iya bro, gua emang sering disini, kalau linknya mah udah dapet Cuma masih proses lobi dan nego harga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perumda Tirta Pakuan Percepat Water Treatment Plant Milik PT. Unitex Khusus Zona 7

Ia juga mengungkapkan kemungkinan besar tidak lama lagi Satpol PP akan melakukan sidak ke lokasi terkait prosti­tusi. “Semua komando ada di Danjen kalau perintah beliau ya kita laksanakan,” ungkapnya.

Pemilik kios di BTM, Daryono Darso mengatakan jika Satpol PP Kota Bogor ingin menyidak BTM itu dilakukan hari tertentu. “Ya, kalau mau sidak ada harinya pasti dapet tuh,” ungkapnya.

Salah seorang pengunjung BTM, Andrianto, mengatakan dirinya masih menemukan adanya prostitusi pelajar yang ada di BTM. “Masih ada, Cuma memang tarifnya 300an pela­jar kalau yang cantik banget kaya model itu sekitar 700an lebih,” bebernya.

Baca Juga :  Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor Bakal Perketat Akses Peredaran Daging Sapi

Terpisah, Manager Mar­keting dan Komunikasi BTM, Sharon Vebrilla, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan dari mulai pintu depan hingga foodcourt lan­tai 3 tempat makan dan nongkrong para pengunjung. “Kami sudah sediakan petugas ke­amanan yang selalu meman­tau, termasuk di foodcourt juga disediakan meja petugas yang selalu standby,” jelasnya.

Sharon, menambahkan, pihaknya juga sudah member­lakukan larangan bagi pelajar masuk mal pada jam sekolah, kecuali yang didampingi para orang tuanya. “Kami buka seki­tar pukul 09.00 WIB, kalau ada siswa berseragam mau masuk pada jam sekolah, petugas dari pintu juga pasti larang, kecuali dia (anak sekolah-red) datang didampingi orang tuanya, be­rarti keperluannya jelas mau membeli kebutuhan,” jelas­nya. (*)