manfaat-kopi-bagi-kesehatanJAKARTA, TODAY — Pemerintah akan memberlakukan Standar Nasional In­donesia (SNI) untuk kopi instan mulai Januari 2016, mundur dari rencana awal Juli 2015 karena beberapa persia­pan belum rampung. Artinya, kopi yang dikonsumsi masyarakat saat ini belum bisa dijamin aman bagi kesehatan.

“Karena balai untuk pengujian­nya belum siap, peralatannya juga perlu waktu,” kata Direktur Minuman dan Tembakau Direktorat Jenderal In­dustri Agro Kementerian Perindustrian Faiz Ahmad di Jakarta, Kamis(1/10/2015).

Selain itu, Faiz menambahkan, pemberlakuan SNI tersebut diundur karena beberapa produk kopi olahan sudah beredar dan membutuhkan wak­tu satu tahun untuk habis di pasaran. Dia mengatakan, pemerintah mem­berlakukan SNI wajib untuk kopi instan karena banyak kopi instan impor berkuali­tas rendah, bahkan beberapa produk di­campur dengan kulit kopi. “Makanya kami harus lindungi konsumen dalam negeri. Jadi, untuk kopi instan yang impor harus SNI wajib. Artinya pemberlakuan yang adil baik dalam negeri dan ekspor,” kata Faiz.

Baca Juga :  Cegah Kutub Ekstrem Saat Pemilu 2024, Tiga Parpol Ini Berkoalisi 

Beleid yang tertuang dalam peruba­han atas peraturan Menteri Perindustrian Nomor 87/2014 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Kopi Instan Secara Wajib menyebutkan bahwa SNI tersebut wajib diterapkan mulai 17 Januari 2016.

Pada peraturan terdahulu yang ter­bit 17 Oktober 2014, produk dengan nomor pos tarif 2101.11.10.00 itu wajib memenuhi SNI mulai 17 Juli 2015.

Kopi instan adalah produk kopi ber­bentuk serbuk atau granula atau serpih kopi yang dihasilkan dari proses menyan­grai biji kopi tanpa campuran bahan lain, dilanjutkan dengan penggilingan, ekstrak­si, dan pengeringan. “Banyak impor kopi yang kualitasnya itu rendah, banyak yang dicampur dengan kulit kopi,” ucapnya.

Baca Juga :  Usai Membunuh, Sopir Angkot di Bogor Kabur ke Puncak

Ia menambahkan, ada biji kopi sangat berbahaya bagi tubuh manusia jika dikon­sumsi. Dengan adanya fakta seperti itu, Ach­mad mengaku tidak ingin membahayakan konsumen kopi di Indonesia dengan mem­berlakukan wajib SNI kepada kopi instan. Lebih lanjut, peraturan wajib SNI ini akan diberlakukan dengan adil, maksudnya, kopi instan lokal dan impor juga wajib me­miliki SNI.

“Peraturan ini berlaku untuk kopi instan dalam dan luar negeri, harus ada equal treatment,” tutur Achmad. “Nanti, semua bungkus kopi instan harus ada logo SNI-nya,” sambungnya.

(Yuska Apitya Aji)