Untitled-11PT Graha Andrasentra Propertindo (GAP), pemilik wahana air The Jungle Waterpark berencana akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebagai induk perusahaan dari GAP membenarkan hal tersebut dan mengatakan IPO akan dilakukan pada 8 Januari 2016. Adapun dana hasil IPO tersebut, masing-masing akan digunkan untuk membayar utang sebesar 60 persen dan 40 persen sisanya untuk melakukan ekspansi atau pengembangan wahana sejenis di delapan kota di Tanah Air. Seperti apa?

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]il.com

Dikonformasi BOGOR TO­DAY, Public Relations Sec­tion Head PT Graha An­drasentra Propertindo, Dedi Yudha, membenarkan informa­si bahwa The Jungle Waterpark Bogor akan segera melantai di bursa saham. “Iya betul (The Jungle Waterpark akan IPO). Bukan Jungleland Sentul. Tapi saya belum bisa kasih informasi detailnya,” ungkap Yudha, kemarin.

Sementara itu, Direktur dan Chief Development Officer Bakrieland, Agus Jayadi Alwie, menyatakan dari IPO tersebut perusahaan berharap bisa memperoleh dana sebesar Rp300-an miliar. Dana tersebut akan dipergunakan untuk membayar ke­wajiban perusahaan dan pengem­bangan lokasi wisata yang baru. “In­sya Allah IPO dilakukan pada Januari tanggal 8 2016. Hampir semua proses sudah selesai untuk listed,” ujarnya.

Baca Juga :  Pecahkan Rekor MURI, Es Teh Indonesia Serentak Resmikan 50 Outlet di Indonesia

Melalui aksi korporasi tersebut, GAP akan melepas 10 persen sahamnya untuk diperdagangkan, dengan to­tal 2,2 miliar lembar saham yang dilepas. Rencana IPO tersebut disebut Agus su­dah hampir terealisasikan. Pihaknya sudah melaku­kan mini expose di Bursa Efek Indonesia. “Jadi ting­gal tunggu dari OJK. Under­writer-nya dari Danatama,” pungkasnya.

Rencana Ekspansi

Bakrieland rupanya akan terus melakukan ekpansi di sektor residential, hotel dan juga wahana permainan. Tak tanggung-tanggung, perusa­haan properti ini berambisi bangun delapan theme park dalam tiga tahun ke depan.

Agus Jayadi Alwie menga­takan pihak berambisi mem­bangun wahana permainan di seluruh wilayah di Indonesia layaknya perusahaan ritel yang bisa ekpansi dari Sabang sam­pai Merauke. “Saat ini sudah ada delapan kota yang akan dikembangkan sampai tahun 2018,” katanya di Jakarta, Se­lasa (13/10).

Adapun delapan kota yang tengah di bidik perseroan di­antaranya Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Cirebon, Malang, Sidoarjo, Makassar. Agus mengatakan, theme park memliki potensi yang cukup bagus untuk dikembangkan di tengah pertumbuhan kelas me­nengah.

Selain itu, kebutuhan akan wahan permainan terus dibu­tuhkan karena merupakan suatu fasilitas yang bisa memberikan kebahagian pada keluarga-kelu­arga. Tahun depan, Bakrieland berencana membangun Theme Park yakni di Sidoarjo, Bandung dan Yogyakarta.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

Menurut Agus, ketiga kota tersebut memiliki kesiapan dari sisi market dibanding lima kota lainnya. Theme Park Sidoarjo kemungkinan akan dibangun terlebih dahulu karena lahan­nya sudah tersedia.

Sedangkan untuk Bandung dan Yogyakarta masih dalam proses pencarian lahan. “Un­tuk dua kota itu, sudah ada lahan yang sedang kita bidik,” kata Agus.

Agus mengatakan, untuk investasi satu theme park sep­erti Jungle Waterpark Bogor membutuhkan dana sebesar Rp 120 miliar. Sementara jika dibawah itu, kebutuhan inves­tasinya sekitar Rp 80 miliar.

Untuk pengembangan theme park tahun depan, Bakrieland akan mengandal­kan pendanaan dari hasil IPO anak usahanya PT Graha An­drasentra Propertindo (GAP) yang ditargetkan Januari 2016 serta dari pinjaman perbankan.

Saat ini, GAP telah mengelola tiga theme park yang berlokasi di Bogor yakni The Jungle Water­park Bogor seluas 4,3 ha, Jungle­land Sentul 35 ha, dan JungleFest Bogor seluas 5,5 ha.

Pe Juni 2015, wahana per­mainan berkontribusi 14,6 persen atau sekitar Rp92,45 miliar terhadap total penda­patan ELTY. Adapaun, kas dan setara kas Bakrieland pada pe­riode akhir Juni hanya tercatat sebesar Rp 58,5 miliar. Semen­tara total liabilitas (utang) pers­eroan masih tercatat sebesar Rp 7 triliun.

(Apri/KTN/OKZ)