alfian mujani 240BEGITU banyak perbedaan orang lain dengan kita. Berbeda ras, etnis, bahasa, budaya, agama dan lain sebagainya. Be­gitulah manusia diciptakan dengan penuh keragaman, agar satu sama lain saling menge­nal dan bersilatur­rahmi. Tujuannya adalah agar tercipta kema­slahatan, kebaikan, dan kerukunan.

Tapi faktanya perbedaan seringkali men­jadi penyebab kekerusakan, keburukan dan ketidakharmonisan? Yang paling sering men­jadi penyebab kerusakan, keburukan dan ketidakakuran itu justru perbedaan agama. Perbedaan agama sering menyulut perang dan permusuhan abadi. Tak ada embaga kursus yang mengajarkan toleransi dan per­damaian antar agama.

Kita mestinya belajar dari sejarah para nabi. Nabi Nuh memiliki anak yang kafir, Nabi Ibrahim memiliki bapak yang kafir, Nabi Luth memiliki istri yang kafir, Nabi Muham­mad memili paman Abu Lahab yang kafir. Para nabi yang mulia itu tidak memusuhi dan membunuh mereka. Lantas dari mana manusia modern belajar memusuhi dan membunuh orang-orang yang tak sepaham dalam agama?