IMG_1205MANTAN kiper tim nasi­onal (timnas) yang men­gawali karir di Persikabo, Kurnia Sandy tergolek lemah di rumah sakit dan tidak mampu lagi menge­nali mantan rekan-rekan satu timnya.

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo

Persatuan Sepakbola Indone­sia Kabupaten Bogor, Persik­abo dahulu menjadi gudang lahirnya pesepakbola kaliber Nasional. Salah satunya adalah Kur­nia Sandy, eks kiper Timnas Primav­era yang saat ini sakit keras.

Jika sempat menyaksikan Tim­nas Primavera, nama Kurnia Sandy tentu tidak asing di telinga pencinta sepakbola Indonesia. Eks kiper Tim­nas Primavera itu kini tengah dirawat di sebuah Rumah Sakit di Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut mantan rekan setimnya di Timnas Primavera, Kurniawan Dwi Yulianto, istri dari Kurnia Sandy meneleponnya saat kondisi sang sua­mi tengah sakit. Kurniawan bercerita bagaimana Kurnia Sandy sempat de­mam dan dibawa ke dokter untuk di­periksa kondisinya.

Baca Juga :  Kejuaraan Taekwondo Pelajar se-Jawa Barat Digelar, Sebagai Sarana Pengembangan Prestasi Taekwondo Jenjang Pelajar 

Sempat merasa pulih, namun pada Jumat (23/10/2015), kondisi Sandy malah parah, setelah tidak mengenali orang-orang terdekatnya. Bahkan, menurut Kurniawan, Sandy tidak mengenali dirinya dan sejum­lah rekannya. “Waktu pertama sakit, istrinya telepon saya. Terus Jumat kemarin kondisinya semakin parah, istrinya nangis-nangis, karena Sandy tidak mengenali orang, terus bicaran­ya enggak jelas. Saya minta istrinya untuk dibawa ke laboratorium untuk diperiksa,” ungkap Kurniawan, Min­ggu (25/10/2015). “Setelah diperiksa, ternyata secara medis Sandy enggak ada masalah. Lalu, hari ini rencanan­ya ke ahli syaraf. Tapi, belum ketemu tapi dikasih tahu dokternya belum datang, hari Minggu jadi agak sulit janjiannya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Gelorakan Masyarakat Berolahraga Melalui Kegiatan Fun Bike 

Menurut Kurniawan, eks pela­tih kiper Timnas U-16 dan U-19 ini kondisinya bukan koma, hanya se­dang dirawat. Kurniawan mengung­kapkan, kondisi Sandy seperti orang linglung, dan hal itu baru terjadi dua hari belakangan.

“Saya sudah minta istrinya men­gabari terus kalau ada apa-apa, agar teman-teman bereaksi. Di sana (Jawa Timur) kan juga ada teman-teman Primavera seperti Bejo (Sugiantoro) dan Nurul Huda, yang sudah lihat kondisinya,” paparnya.

Sandy sempat bergabung dengan Timnas Primavera, sebelum ikut pro­gram Primavera bersama Sampdoria pada 1994. Selama karier sepakbo­lanya di Indonesia, Sandy sempat memperkuat Pelita Jaya, Persikabo Bogor, PSM Makassar, Arema, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, dan Mi­tra Kukar.