Hamil Anggur Dapat Mengakibatkan Komplikasi

Untitled-8Hamil anggur adalah tumor jinak yang tumbuh dalam rahim. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi dan plasenta tidak berkembang secara normal. Akibatnya sel-sel abnormal tersebut akan membentuk sekumpulan kista.

Oleh : LATIFA FITRIA
[email protected]

Hamil anggur termasuk ma­salah kesehatan yang jarang terjadi. Kondisi ini perlu ditangani secepat mungkin untuk menghindari risiko komplikasi. Contoh komplikasi yang dapat terjadi adalah penyakit trofoblas­tik gestasional.

Penyebab hamil anggur adalah keti­dakseimbangan kromosom. Kelainan ini dapat terjadi jika sel telur yang dibuahi tidak memiliki infro­masi genetika atau satu sel telur normal dibuahi oleh dua sperma secara bersamaan. Penye­bab inilah yang akan mengelompokkan hamil anggur dalam dua kategori, yaitu hamil anggur lengkap dan parsial.

Hamil anggur leng­kap terjadi ketika sel telur tanpa infor­masi genetika dibuahi oleh sperma dan tidak berkem­bang men­jadi fetus, me­lainkan sekumpulan jaringan abnormal yang lama-kelamaan dapat memenuhi rahim.

Sedangkan hamil anggur parsial muncul jika satu sel telur normal dibuahi oleh dua sperma. Jaringan plasenta abnor­mal akan tumbuh bersa­maan dengan fetus yang juga abnormal. Jaringan fetus tersebut umumnya akan mengalami keru­sakan fatal dan tidak akan berkembang secara normal.

Proses Diagnosis Hamil Anggur

Hamil anggur cenderung menyebab­kan gejala yang sama dengan kehamilan normal sehingga bisa sulit terdeteksi tanpa pemeriksaan yang lebih mende­tail, yaitu melalui USG dan tes darah.

Kondisi ini umumnya diketahui melalui proses USG pada trimester per­tama kehamilan, tepatnya minggu 10-14. Tes darah juga akan dianjurkan untuk mengukur kadar hormon HCG pasangan yang berhubungan dengan kehamilan.

BACA JUGA :  Kehamilan di Usia 40-an: Tidak Selalu Aman Jika Disertai Penyakit Berat

Langkah Penanganan Hamil Anggur

Jika positif didiagnosis mengalami hamil anggur, dokter akan menganjur­kan untuk menjalani penanganan se­cepatnya. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Operasi pengangkatan jaringan ab­normal pada hamil anggur merupakan metode penanganan utama yang um­umnya disarankan. Langkah ini dapat dilakukan melalui beberapa prosedur yang meliputi:

  • Histerektomi atau pengangkatan rahim. Proses ini hanya dilakukan jika tidak ingin memiliki keturunan lagi.

Setelah menjalani prosedur pengang­katan, dokter akan mengulangi pemer­iksaan kadar hormon HCG. Pasien yang masih memiliki hormon HCG biasanya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Proses pemeriksaan HCG dilakukan tiap dua minggu selama setengah hingga satu tahun untuk memastikan tidak ada sel-sel abnormal yang kembali tum­buh dan memantau gejala-gejala dari penyakit trofoblastik. Sel-sel tersebut umumnya akan mati dalam rahim pada sebagian besar pengidap. Tetapi jika ter­dapat indikasi dari penyakit trofoblastik, pengidap akan membutuhkan penanga­nan melalui kemoterapi.

Selama menjalani proses peman­tauan ini, pasien dianjurkan untuk menunda kehamilan. Sedangkan pasien yang menjalani kemoterapi umumnya akan kembali mengalami siklus menstru­asi dalam setengah tahun setelah proses pengobatan selesai.

Gejala-gejala Hamil Anggur

Hamil anggur pada awalnya me­nyebabkan gejala yang sama dengan kehamilan normal. Namun setelah beberapa waktu, gejala-gejala berikut bisa muncul:

  • Pendarahan dari vagina, khususnya pada trimester pertama.
  • Mual dan muntah yang parah.
  • Rahim yang tampak lebih besar dari usia kandungan yang seharusnya.
  • Keluarnya jaringan berbentuk ang­gur dari vagina.
  • Hipertensi
  • Kista ovarium
  • Nyeri pada tulang panggul.

Karena kemiripan indikasinya dengan kehamilan biasa, kondisi hamil anggur cenderung tidak disadari oleh pengidap. Periksakan diri Anda ke dokter sesegera mungkin jika merasakan kejanggalan, terutama pada awal masa kehamilan.

BACA JUGA :  Dada vs Paha Ayam: Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Jenis Hamil Anggur

  1. Complete Mole

Complete mole atau bisa juga kita se­but dengan Mola Klasik adalah Hamil yang keseluruhannya itu palsu. Jadi hamil ang­gurnya memang dari awal tidak terdeteksi hamil hanya perutnya saja yang seperti orang hamil. Padahal itu bukan hamil teta­pi tumor jinak yang bersarang ditubuh.

  1. Partiel Mole

Partiel mode itu kebalikanyya dari complete mole. Jadi memang siibu awal­nya benar – benar mengandung atau dalam tubuhnya memang benar benar ada. Tapi perkembangan janinnya abnir­mal sehingga janin menjadi kurang leng­kap ataupun cacat.

Orang yang Beresiko

  • Usia Ibu yang hamil dibawah umur 20 tahun
  • Usia Ibu sudah melebihi 34 tahun
  • Sudah memiliki anak lebih dari 3
  • Pernah Mengalami hamil anggur sebelum – sebelumnya, maka dari itu orang yang pernah mengalami hamil ini lebih baik menunda kehamilan sampai benar – benar sembuh

Komplikasi yang Terjadi Jika Hamil Anggur Tidak Segera Ditangani

  • Akan terjadi pendarahan yang sangat hebat sampai terkadi syok dan akan menjadi sangat fatal kalau tidak segera ditangani
  • Jika terjadi pendarahan terus menerus pasti akhirnya akan menye­babkan kekurangan sel darah putih atau anemia
  • Akan terjadi Infeksi Sekunder
  • Perforasi Karena Keganasan dan Tindakan
  • sekitar 18 – 20 persen orang yang mengidap penyakit ini berubah dari awal berupa molahodati dosa bisa menjadi mola destruens atau kario­karsinoma. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================