alfian mujani 240LANGKAH Walikota Bogor Bima Arya yang gencar merazia diskotek dan tem­pat hiburan malam (THM) patut diacungi jempol. Paling tidak Walikota memiliki sensitifitas terhadap keluhan masyarakat yang merasa kurang nyaman dengan peredaran miras dan narkoba yang identik dengan tempat-tempat hiburan malam.

Namun, sebagai Kepala Daerah, Bima Arya juga perlu melihat dan berpikir dari sisi pengusaha THM. Walikota harus tahu persis mengapa para pemilik THM itu cenderung melanggar jam buka, menjual minuman beralkohol ilegal, dan mungkin memfasilitasi praktik-praktik prostitusi terselubung juga.

Sudah bukan rahasia lagi, para pengusaha THM selama ini menjadi sapi perah alias ATM banyak pihak. Mulai dari aparat hitam, anggota dewan nakal, LSM jail hingga wartawan ‘’palu arit.’’ Pengusaha THM butuh dana besar untuk membayar itu semua. Tak mungkin mereka bayar dari hasil usaha resmi. Supaya terasa lebih adil, harusnya Walikota juga membabat para pemungut jatah preman itu. Gampang kok menemukanya, minta saja lis penerima jatah uang itu dari para pemilik usaha tempat hiburan malam. Atau lihat CCTV. (*)