tinton-soeprapto-selaku-pengelola-sirkuit-sentul-internasional-b-201207071904209862Pengelola Sirkuit Sentul, Tinton Soeprapto mengatakan bahwa realisasi penyelenggaran lomba balap MotoGP 2017 di Indonesia masih terkendala dana.

Oleh : IMAM BACHTIAR
[email protected]

Setelah dilaporkan butuh Rp150 miliar, Tinton ba­ru-baru ini membeber­kan bahwa Sentul perlu merogoh tambahan ko­cek hingga Rp30 miliar.

Artinya, Sirkuit Sentul butuh total Rp180 miliar untuk mem­bangun fasilitas standar sesuai aturan Federasi Balap Internasi­onal dan operator balapan Mo­toGP, Dorna Sport.

Sayangnya, pemerintah hanya bisa memberikan Rp5 miliar un­tuk membantu pembangunan sirkuit yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tinton mengatakan, Rp30 miliar yang dibutuhkan merupak­an hasil hitung-hitungan teranyar. Pasalnya, Ada cukup banyak fasil­itas Sirkuit yang perlu disesuaikan dengan standar balapan MotoGP.

“Rp15 miliar untuk desain dan Rp15 miliar untuk penyeleng­garaan (balapan -red),” kata Tin­ton kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Tinton membeberkan, saat ini pemerintah begitu serius mewu­judkan harapan pecinta MotoGP di Indonesia untuk menyaksikan lang­sung Valentino Rossi Cs di Sirkuit Sentul pada 2017 mendatang.

Senin pekan depan, Kata Tin­ton, Kementrian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora) mengada­kan pertemuan antar kementrian terkait wacana tersebut.

“Menteri Perhubungan, Men­teri Perindustrian, Menteri Perda­gangan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pariwisata diajak untuk membicarakan payung hu­kum,” lanjutnya.

Payung hukum merupakan salah satu permasalahan yang disinggung dalam pertemuan an­tara Kemenpora dan Dorna Sport di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2015 lalu.

Saat itu CEO Dorna Sport Carmelo Ezpleta meminta komit­men pemerintah Indonesia un­tuk menjadi tuan rumah MotoGP 2017.

(Imam/net)