Untitled-1JAKARTA TODAY – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa Presiden Re­publik Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, akan mendapatkan gelar Pahlawan Na­sional.

Khofifah menjelaskan, penobatan Gus Dur se­bagai pahlawan nasional sebenarnya sudah per­nah diputuskan bakal diberikan pada tahun 2013. Namun akhirnya waktu penganugerahan harus ditunda.

“Gus Dur sudah pernah diputuskan di 2013, dan dipending sesungguhnya hanya menunggu waktu. Itu catatan dari Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan,” ujar Khofifah di Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Ka­mis (5/11).

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu, selain dari Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, proses penetapan Gus Dur sebagai pahlawan nasional yang dilakukan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) juga telah selesai. “Jadi tidak ada catatan apapun, semua sudah selesai, tinggal menunggu saat pen­ganugerahannya,” katanya.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Pria Lansia di Taput Membusuk di Rumah

Sesuai Pasal 4 Undang-Undang Nomor 20 Ta­hun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, gelar berupa Pahlawan Nasional dan pemberian gelar dapat disertai dengan pem­berian tanda jasa dan/atau tanda kehormatan.

Mengutip situs resmi Kementerian Sekre­tariat Negara, gelar Pahlawan Nasional dapat diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan neg­ara, atau yang semasa hidupnya melakukan tin­dakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indo­nesia.

Baca Juga :  Kabar Duka, Ibu dan Adik Artis Ayu Anjani Tenggelam Akibat Kelalaian Kru Kapal

Untuk tahun ini, berdasarkan Kepu­tusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2015 yang ditandatangani pada Rabu (4/11) kema­rin, Presiden Jokowi menetapkan Almarhum Ben­hard Wilhem Lapian, Almarhum Mas Isman, Al­marhum I Gusti Ngurah Made Agung, Almarhum Ki Bagus Hadikusumo, Almarhum Komisaris Jen­deral Dr. H Moehammad Jasin sebagai Pahlawan Nasional.

(Yuska Apitya/net)