Untitled-3MENGATUR dan mengelola sebuah bidang usaha memangbukan perkara mudah. Setidaknya, orang tersebut haruslah mampu untuk memiliki ketegasan, kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan agar usaha bisa maju dan terus berjalan. Namun ternyata, ketiga hal tadi tidak cukup untuk seorang Maria Magdalena. Store Manager BestCompindo ini mengaku, semua tidak akan berjalan tanpa ada rasa kekeluargaan.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Selama kurang lebih 12 tahun, wanita yang meiliki nama tionghoa Lim Siauw Chen bergelut di bisnis IT yang dimiliki oleh saudaranya. Namun bu­kan berarti waktu yang tidak sebentar itu ia lewati dengan mudah. Berbagai halangan dan rintangan bahkan jatuh bangun telah dirasakan ibu satu anak tersebut.

“Segala sesuatu yang kita capai seka­rang ini bukanlah suatu kebetulan. Semua sudah di atur, apakah jalannya harus sulit dan berusaha keras dulu atau semua ber­jalan lancar sesuai rencana. Yang penting adalah bagaimaa cara kita menyikapi semua hal dan permasalahan yang datang ke hidup kita.” kata Maria.

Baca Juga :  Jadi Korban Penembakan, Juragan Rongsokan Hembuskan Napas Terakhir

Sebari mengatur karyawan dan sejum­lah siswa SMK yang tengah melakukan PKL di toko tersebut, Maria menegaskan bahwa berbagai hal yang dialami dalam hidupnya adalah berkah dan ujian dari yang maha kua­sa. Dari berbagai cobaan dan kemudahan hidup yang sudah dialaminya, ia menyadari bahwa ada satu hal yang bisa menyelamat­kan diri dan hidupnya dari dulu hingga seka­rang. “Jujur adalah kuncinya. Asalakan jujur kita akan selamat, apapun itu cobaannya. Dan dalam memimpin sebuah usaha juga di­perlukan kejujuran. Dengan jujur kita akan disegani, bukan ditakuti layaknya pemimpin pada umumnya.” beber dia.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang jujur. Tapi, lanjutnya, kejujuran saja tidak akan cukup tanpa adanya rasa saling menjaga layaknya keluarga. Maria men­gakui, kesuksesan yang diraih perusahaan­nya saat itu juga merupakan buah dari rasa saling menjaga yang dilakukan para kary­awannya. “Jadi pimpinan kan bukan untuk ditakuti, tapi untik disayangi. Kedekatan dan kebersamaan yang mejaga mereka. Be­lajar untuk bisa mengharai adalah cara yang baik untuk memupuk rasa kebersamaan. Saya bisa jadi seperti ini juga bukan karena kehebatan saya pribadi. Tapi juga karena di dukung oleh rekan-rekan kerja saya.” ung­kap dia.

Baca Juga :  Kabar Duka, Ibu dan Adik Artis Ayu Anjani Tenggelam Akibat Kelalaian Kru Kapal

Di usianya yang sekarang, Maria sudah yakin bahwa ini adalah karir terakhir yang dijalaninya. Oleh sebab itu ia berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada perusahaan dan melakukan yang terbaik tentang apa yang bisa ia lakukan. Pasalnya ia menilai, ukuran dari sebuah kesuksesan adalah bisa berbagi kebahagiaan dengan semua pihak yang telah berkontribusi ter­hadap pencapaiannya sekarang, baik itu keluarga maupun rekan kerja. “Yang kita inginkan dalam hidup ini kan cuma hati damai sejahtera. Di umur saya sekarang ini mungkin ini karir terakhir saya. Asalkan kita mampu untuk seimbangkan, maka akan ada damai dan kasih yang akan kita raih.” tutup Maria.