Untitled-13Orang yang terkena diabetes rentan menderita berbagai komplikasi penyakit. Bagi pasien diabetes yang tetap merokok, komplikasi penyakit akan lebih cepat muncul dan memburuk

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Ketua Pengurus Besar Per­satuan Diabetes Indone­sia (PB Persaida), Agung Pranoto menjelaskan, merokok merupakan faktor utama penyebab kerusakan pembuluh darah yang meningkat­kan risiko jantung koroner dan stroke.

“Pada pasien pra-diabet atau diabet, kan sudah rentan kerusakan pembuluh darah, apalagi ditambah merokok. Makin mudah rusak pem­buluh darahnya,” katanya, Kamis (5/11/2015).

Baca Juga :  Penyebab dan Cara Mencegah Gigi Berlubang yang Perlu Kamu Ketahui

Agung mengatakan, kerusakan pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah kecil san­gat berisiko pada pasien diabetes yang gula darahnya tidak terkontrol. Itulah mengapa penyakit diabetes bisa memunculkan komplikasi pe­nyakit lain.

Merokok, lanjutnya, juga bisa menyebabkan saraf sensori pada tubuh menjadi mati atau tidak ber­fungsi. Hal ini tentunya berbahaya bagi pasien diabetes yang sudah menderita komplikasi penyakit lain, seperti jantung.

“Kalau orang tidak diabet, saat serangan jantung akan nyeri dada menjalar. Kalau orang diabet nyer­inya itu ilang, enggak ada karena saraf sensori mati. Kalau tidak ada rasa nyeri, langsung kolaps, syok, dan mengancam jiwa juga,” terang Agung.

Baca Juga :  Hati-hati, Posisi Duduk yang Salah Menyebabkan Cedera Tulang Belakang

Kebiasaan merokok pun ha­rus dihentikan oleh pasien diabetes. Agung menambahkan, pencegahan diabetes jauh lebih baik dengan ru­tin melakukan aktivitas fisik atau olahraga dan menjaga pola makan bergizi seimbang. Faktor risiko dia­betes antara lain kelebihan berat badan atau obesitas, keturunan, dan jarang olahraga.(*)