Foto : Kozer
Foto : Kozer

MEE Mee tak menyangka, resep cendol rumahan yang dimodifikasi menjadi brand terkenal Cendol de Keraton menghantarkannya sukses membangun bisnis dan menyabet berbagai award. Ambisinya kini membawa Cendol de Keraton ke berbagai negara.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Mee Mee, jebolan pengusa­ha garmen ini rupanya berjodoh dengan bisnis kuliner. Awalnya, Mee Mee tak sengaja mencetuskan ide brilian mengemar kuliner tradisional sederhana cendol menjadi bisnis ke­mitraan bertaraf internasional.

“Suami memang hobi makan cen­dol, hampir setiap hari nyari cendol terus. Suatu waktu, kami mendepat resep dari teman, ya cendol ruma­han. Dari itulah kami mulai berpikir untuk mengembangkan usaha pen­jualan cendol kecil-kecilan dengan merek dagang Cendol de Keraton,” kata Mee Mee, pemilik Cendol de Keraton.

Baca Juga :  Resep Kue Putu Mayang Tanpa Cetakan Sangat Praktis

Mee Mee bersama suami lantas memodifikasi resep cendol ruma­han menjadi cendol sehat. “Ideal kami, produk cendol yang sehat, artinya dalam produksinya tidak me­makai bahan-bahan kimia tambahan dan pengawet. Kami cari agar 100 persen bahan alami dan ternyata bisa,” tuturnya.

Misalnya saja, daun suji sebagai bahan tambahan untuk mendapatkan warna hijau pada cendol. Sementara untuk menarik selera pembeli, cendol dengan rasa original juga dikawinkan dengan beragam bahan, seperti buah durian atau kacang merah.

“Responnya bagus di pasaran, selain lebih sehat, ada pembeda produk antara cendol yang selama ini ada dengan Cendol de Keraton,” imbuhnya.

Jalan Mee Mee membangun usaha cendol sejak tahun 2007 tidak mudah. “Tidak langsung sukses, ada nangis-nangisnya dulu,” kenangnya seraya menyebut gerai pertamanya berlokasi di Hero Pajajaran, kota Bogor.

Baca Juga :  Kemalingan, Rp769 Juta Uang Dinas Melayang

Kini Cendol de Keraton sudah tersebar di wilayah Jabodetabek, Bandung, Sukabumi, Bekasi, Tang­gerang, dan Semarang. Totalnya ada 60 outlet yang tersebar di berbagai wilayah terebut dengan sistem kemi­traan.

Kini dirinya berambisi untuk membawa Cendol de Keraton ke berbagai negara di Asia. “Waktu itu, Cendol de Keraton pernah ikut pam­eran produk di Forum Asean Latin. Tamu-tamunya dari berbagai negara mencoba. Rupanya cendol cocok dengan lidah orang asing. Makanya saya akan kembangkan ke berbagai negara ke depan, “ ungkapnya.