IMG_3092Kuntoro Mangkusubroto, Menteri Pertambangan era Presiden Soeharto, akhirnya diangkat se­bagai Komisaris Utama PT PLN (Persero). Pengangkatan Kuntoro dikuku­hkan mealui Su­rat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Marini So­emarno, Selasa (10/11/2015) kema­rin.

Manta Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Indonesia (UKP4) era Presiden Susilo Bambang Yudhoy­ono (SBY) ini menggan­tikan posisi Chandra M. Hamzah yang diberhentikan, setelah menjabat komut belum ge­nap satu tahun.

Penyerahan SK dilakukan dan diwakili oleh Deputi Bidang Usa­ha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata, Edwin Hidayat Abdullah di Lantai 9 Kantor Kementerian BUMN, Ja­karta, Selasa (10/11/2015).

Baca Juga :  Hotel Asana Grand Pangrango Hadirkan Promo Menginap Serta Food And Beverages

Edwin menjelaskan, penunju­kan Kuntoro secara resmi dilaku­kan pasca keluarnya hasil penilaian dari Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin oleh Presiden Joko Wido­do (Jokowi). “Kalau Komut itu ha­rus melalui proses TPA, yang diket­uai Presiden,” kata Edwin.

Edwin membenarkan Kuntoro tidak bisa hadir pada acara peny­erahan SK tersebut. “Yang pent­ing ada yang mewakili, beliau sedang di luar negeri, sudah ada pemberitahuan,” jelasnya.

Selain menunjuk Kuntoro, Kementerian BUMN juga men­gangkat Dirjen Ketenagalistrikan ESDM Jarman, sebagai Komisa­ris PLN menggantikan posisi Sumanggar Milton Pakpahan.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

“Kalau komisaris memang kita melihat ada kebutuhan un­tuk diwakilkan oleh regulator maka setelah rapim menteri me­mutuskan Pak Jarman,” jelasnya.

Seperti diketahui, Kuntoro sudah berpengalaman di pemer­intahan dan pernah menjadi Dirut PLN. Kuntoro kelahiran Purwokerto, 14 Maret 1947, merupakan Mantan Menteri Pertambangan dan Energi Indo­nesia (sekarang ESDM) zaman Presiden Soeharto, Mantan Dirut PLN 2000-2001 zaman Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Indonesia (UKP4) zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

(Alfian M|net)