Untitled-13BOGOR, TODAY – Penyerahan (kon­sinyasi) Museum Perjuangan 1945 dari Kota ke Kabupaten Bogor masih mandek. Lantaran Pemkab Bogor belum siap menerima mu­seum itu masuk ke aset daerah.

Kepala Kantor Arsip dan Per­pustakaan (KAP) Kabupaten Bogor, Ferry Adnan mengatakan, proses serah terima museum tersebut har­us diawali dengan penyerahan aset.

Menurutnya, Dinas Pengelo­laan Keuangan dan Barang Dae­rah (DPKBD) telah meminta pihak Yayasan Museum Perjuangan 1945, menyerahkan berkas-berkas yang berkaitan dengan aset ini.

“Belum diserahkan sampai saat ini dari yayasan itu,” kata Ferry, Se­lasa (17/11/2015)

Ferry melanjutkan, belum siap­nya Pemkab Bogor karena belum adanya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tupoksinya mengelola museum.

“Nah fungsi SKPD ini bisa di­gantikan atau dijalankan dengan yayasan yang dibentuk Pemkab Bogor. Saya sudah ajukan dua nama, Yayasan Sejahtera dan Yayasan Semesta,” tambahnya.

Baca Juga :  Akibat Hilang Kendali, Pemotor di Bogor Tewas Saat Hendak Menyalip

Namun, Ferry belum mengeta­hui kapan yayasan itu terbentuk. “Kalau itumah kewenangan bupati langsung,” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Perjuangan 1945, Marjono men­gungkapkan, selain masalah pemeliharaan, dalam museum yang berdiri sejak tahun 1957 itu juga berisikan tentang pejuang kemerdekaan yang berasal dari Kabupaten Bogor.

“Kan dulu cuma ada Kabupat­en Bogor. Sebelum akhirnya me­kar menjadi Kota Bogor. Pahlawan seperti Mayor Oking, KH Sholeh Is­kandar itu berasal dari Kabupaten Bogor,” ujar Marjono kepada Bo­gor Today di Kantor Arsip dan Per­pustakaan Kabupaten Bogor, Senin (7/9/2015).

Marjono juga mengeluhkan sikap Pemkot Bogor yang sebena­rnya enggan menyerahkan mu­seum itu. Namun, kata dia, setelah penyerahan sempat ditangguhkan, pemkot masih saja tidak peduli dengan museum itu.

“Sejak saya ditunjuk pada ta­hun 2003 lalu, museum itu dalam kondisi parah. Plafon rusak, ada tunggakan pembayaran telepon, listrik juga mati. Nah yang mem­bayar semuanya juga bukan pem­kot. Tapi pakai uang saya sendiri,” lanjut Marjono.

Baca Juga :  Memperindah Destinasi ‘Susur Sungai’ Melalui Gerakan Beberesih Sungai Cikeas Bogor

Marjono melanjutkan, Mu­seum Perjuangan itu kini berada diatas tanah hibah dan masih ada kekhawatiran dibenaknya jika ta­nah itu suatu hari diminta kembali oleh ahli waris.

“Kalau sampai terjadi seperti itu, kan masih ada aset Pemkab Bogor di Jalan Veteran yang dulun­ya bekas pendopo bupati. Nah dis­ana nanti bisa digunakan sebagai lokasi baru Museum Perjuangan dengan nama Gedung Perjuan­gan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, di dalam Mu­seum Perjuangan terdapat lebih dari 200 senjata dan kendaraan yang digunakan dalam perang kemerdekaan. Museum itu juga memiliki pegawai sebanyak tujuh orang.

“Ada tujuh. Mereka sih bukan karyawan, tapi sukarelawan. Mer­eka dibayar silahkan tidak juga ti­dak apa-apa. Tapi kan merek juga perlu makan dong,” keluhnya.

(Rishad Noviansyah)