Untitled-16PENGEJARAN terhadap oknum pejabat gurandil mulai mendapatkan titik terang. Polres Bogor pun tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk menguatkan dugaan tersebut dengan memeriksa beberapa pelaku penambang liar yang sempat diamankan Polsek Nanggung beberapa waktu lalu.

RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto menegaskan, jika adanya pejabat yang membekingi gurandil terbukti dan tidak terbantahkan, maka ditindak dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kalau memang benar, ditindak secara se­rius. Makanya kami terus kembangkan dengan meminta keterangan dari gurandil yang sem­pat kami amankan. Sabar dan pelan-pelan,” kata Suyudi.

Adanya anggapan jika dirinya kagok dalam mendalami aktivitas penambangan liar karena ia sedang dekat dengan Ketua DPRD Kabupaten Bogor pun dibantah olehnya.

“Siapapun yang terlibat, harus ditin­dak. Ini kan perintah Pak Kapolda ( Jawa Barat,red),” katanya.

Suyudi menambahkan, selain pengeja­ran terhadap bos-bos gurandil, pihaknya terus bersosialisasi agar warga Kecamatan Nanggung meninggalkan pekerjaan sebagai penambang emas tradisional.

Baca Juga :  Peduli Bencana, Tim Gabungan Bikers dan Relawan Bogor Salurkan Donasi

“Selain karena faktor lingkungan, penam­bangan tradisional juga membahayakan diri mereka sendiri. Kan sudah dikasih tahu. Ka­lau tetap nekat, risiko tanggung sendiri,” tan­dasnya.

Sebelumnya, Mantan Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Karyawan Faturachman me­nilai, kedekatan Ketua DPRD Kabupaten Bo­gor, Ade Ruhandi dengan Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto sebagai upaya untuk memberikan tekanan kepada polres agar tidak terlalu lebar dalam mengembangkan kasus pongkor.

“Itu taktik Jaro Ade (panggilan Ade Ru­handi, red) dekat dengan kapolres buat mem­buat kagok dalam pengusutan kasus Pongkor. Sementara dia sudah diperintahkan Kapolda Jawa Barat. Makanya jangan mau dipepet sama Jaro Ade,” tegas pria yang kini fokus menjadi budayawan itu.

Mantan wabup yang akrab disapa Karfat ini melanjutkan, dengan keakraban yang dija­lin antara kapolres dan Jaro Ade, untuk meng­hambat laju AKBP Suyudi Ario Seto untuk membongkar penadah-penadah besar yang diduga dilakoni pejabat teras di Bumi Tegar Beriman.

Baca Juga :  RSUD Leuwiliang Peduli Bencana Banjir Puraseda dan Purasari

“Makanya dia pernah kan waktu diwawan­cara bilang ‘hati-hati kamu kalau bicara’. Itu tuh dia takut diungkap kalau ada keterlibatan­nya. Semua warga di sekitar Pongkor sudah tahu kok siapa Jaro Ade itu,” katanya.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Moechgiyar­to pun telah memerintahkan semua kapolres yang ada di wilayah pemerintahannya untuk tidak pandang bulu dalam mengusut pencuri­an emas di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Saya sudah perintahkan semua kapolres untuk menuntaskan kasus gurandil. Tidak hanya di Pongkor, tapi juga di semua wilayah Jawa Barat. Karena ini telah merugikan nega­ra. Tapi jangan pandang bulu. Sikat aja siapa­pun bekingnya,” tandas Kapolda. (*)