Foto : Net
Foto : Net

JAKARTA, TODAY — Pesawat Ga­ruda Indonesia GA 320 tujuan Jakarta-Surabaya mengalami ket­erlambatan penerbangan (delay) di Bandara Internasional Soekar­no-Hatta, Cengkareng. Pesawat mengalami kendala teknis sehing­ga terlambat sekitar 2,5 jam.

“Ada technical problem, se­hingga delay 2 jam 30 menit. Jadinya ganti pesawat,” kata VP Communication Garuda Indonesia Benny Butarbutar saat dikonfri­masi, Rabu (18/11/2015).

Salah seorang penumpang, Wawan mengatakan, pesawat tersebut dijadwalkan berangkat pukul 16.10 WIB. Para penumpang, termasuk Menkominfo Ru­diantara, sudah berada di dalam pesawat. Namun akhirnya mereka diminta keluar lagi karena kendala tersebut. “Kita sudah masuk pe­sawat, tapi berhenti lama. Pesawat nggak jalan-jalan sampai sekitar sejam. Baru turun sekitar 17.30 WIB,” ujarnya.

Menurut Wawan, petugas ke­mudian menginformasikan bahwa pesawat mengalami kerusakan dalam sistem navigasi. Pesawat tersebut tidak terdeteksi dari ru­ang kontrol. “Kita kemudian turun lagi, pindah gate,” ujarnya.

Para penumpang kemudian sempat mendapat kompensasi berupa snack. Mereka akhirnya berangkat ke Surabaya pukul 18.40 WIB.

Baca Juga :  Mantan Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Cabuli 5 Santriwati

Makasan Juga Delay

Hal yang mirip dialami pe­sawat Garuda Indonesia GA-611 rute Makassar-Jakarta dikeluhkan delay sejak pukul 06.00 Wita pada Rabu (18/8/2015) ini. Pesawat itu sempat terbang namun kembali karena ada kendala mesin.

Informasi pesawat Garuda GA 611 yang delay ini diterima dari salah satu penumpang Garuda, Supriansa yang pada detikcom menyebut­kan bahwa akibat delay pesawat Garuda yang akan ditumpanginya, rapatnya di Jakarta harus tertunda waktu pelaksanaannya.

Menurut Supriansa, pihak Garuda menjanjikan akan mem­berangkatkan pada pukul 12.00 Wita siang ini dan akan diberi­kan kompensasi penundaan Rp 300.000 pada setiap penumpang. “Saya harusnya rapat di Jakarta pukul 10.00 WIB, jadi saya memo­hon pada Garuda untuk ikut ter­bang di pesawat pukul 11.00 wita ini, terpaksa rapat saya ditunda, dana kompensasi Rp300.000 harusnya diberikan langsung ke penumpang, bukan disuruh an­tre lagi di bank,” ujar Supriansa yang merupakan politisi Partai Demokrat dan Calon Wakil Bupati Soppeng ini.

Baca Juga :  Menapaki Jejak Kamp Kedung Badak Bogor yang Diyakini Tempat Tawanan Bangsa Belanda

Dikonfirmasi terpisah, pihak Garuda melalui Senior Manager Public Relation, Ikhsan Rosan, membenarkan bahwa GA 611 mengalami delay. Pesawat itu sempat terbang namun karena kendala mesin harus Return to Base (RTB/kembali ke bandara awal) ke Makassar.

“GA 611 sudah berangkat dan RTB karena ada perlu perbaikan peswat, ada masalah mesin. Akhirnya kita ganti pesawat. Ganti pesawat menunggu rotasi pesawat berikutnya datang ke sana, akhirnya pesawat be­rangkat pukul 12.30 LT (Local Time),” jelas Ikhsan saat dikonfirmasi detik­com pukul 12.30 WIB.

GA 611 yang mengalami ma­salah mesin berjenis Airbus 330, dan pesawat penggantinya juga ber­jenis Airbus 330. Segala kompensasi buat penumpang, termasuk snack dan uang Rp300 ribu sudah diberi­kan. “Pesawat sudah berangkat pu­kul 12.30 LT (pukul 11.30 WIB-red). Untuk penumpang, mohon maaf atas keterlambatan. Dan service on ground, kompensasi sudah dilak­sanakan, termasuk Rp300 ribu su­dah diberikan pada penumpang,” tandas Ikhsan.

(Alfian M|detik)