Untitled-4Hormon testosteron selama ini lebih dikenal sebagai hormon seks. Padahal, hormon ini sangat penting bagi kesehatan tubuh pria secara keseluruhan. Sayangnya, banyak pria yang tidak menyadari dirinya mengalami penurunan kadar testosteron

Oleh : ADILLA PRASETYO W
[email protected]

Testosteron merupakan hormon yang sangat penting bagi laki-laki. Dalam masa pembuah­an, hormon ini menen­tukan apakah janin akan berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Ketika lahir, kekurangan hormon ini bisa menyebabkan pertumbu­han organ genital tidak sempurna. “Jika kekurangan testosteron ter­jadi di usia dewasa, maka fungsi ke­priaan seseorang bisa terganggu,” kata dr.Nugroho Setiawan, Sp.And.

Gejala utama kadar testosteron yang rendah adalah penurunan dorongan seksual, frekuensi ereksi berkurang atau ereksi tidak keras lagi, penurunan kekuatan dan massa otot, sulit konsentrasi, cepat merasa lelah, hingga peningkatan massa lemak, terutama di bagian perut.

Baca Juga :  Ternyata Ini Dampak Dehidrasi pada Tubuh yang Perlu Diwaspadai

Pria yang mengalami kekuran­gan testosteron disebut juga den­gan hipogonadisme. Kondisi ini terjadi karena testis gagal mem­produksi testosteron atau pun karena penambahan usia.

“Banyak pria yang tidak sa­dar, karena penurunan hormon­nya memang perlahan-lahan dan seringkali tidak menimbulkan ge­jala. Kondisi tersebut juga diang­gap lazim karena dikaitkan dengan penambahan usia pada pria,” kata Nugroho.

Hipogonadisme juga bisa dise­babkan karena gaya hidup yang buruk atau penyakit kronik seperti diabetes atau penyakit metabolik lainnya. Di lain pihak, hipogonad­isme yang tidak diatasi bisa menin­gkatkan risiko diabetes, penyakit kardiovaskular, hingga disfungsi seksual.

Baca Juga :  Ternyata Ini Efek Samping Mandi Terlalu Sering untuk Kesehatan

Untuk menegakkan diagnosis apakah seseorang menderita hi­pogonadisme atau tidak, dokter akan melakukan pemeriksaan an­amnesis (wawancara), pemerik­saan fisik, dan juga laboratorium. “Pengobatannya tergantung pada penyebab dasarnya. Kalau karena kerusakan pada testis maka diper­lukan pemberian testosteron dari luar, baik dalam bentuk pil, sunti­kan, atau gel,” ujar dokter dari RS Fatmawati Jakarta ini.

Sementara itu pada pria yang menderita hipogonadisme karena gaya hidup, seperti olahraga ber­lebihan, maka perlu dilakukan modifikasi gaya hidup. Penyakit yang memicu penurunan testoster­on juga harus dikendalikan.(*)