20151118_085420Awalnya hanya membantu ibu mer­tua membuat kue-kue dan makan­an pesanan dari konsumen. Tetapi kini Widya Christella Nangin mem­produksi dan memasarkan sendiri aneka panganan khas Manado di Pasar Bersih Sentul City, Kabupaten Bogor.

‘’Suami saya orang Manado. Nah ibu mer­tua itu punya usaha katering dan membuat kue-kue khas Manado. Saya setiap hari mem­bantu ibu mertua memasak dan melayani pem­beli dan pesanan,’’ ujar Widya kepada Bogor Today, di Kedai Kuliner Manado, Pasar Bersih Sentul City, Kamis (19/11/2015)

Awalnya Widya membuka usaha Kuliner Manado di Perumahan Harapan Indah, Bekasi. Namun sejak sebulan lalu membuka cabang di Pasar Bersih Sentul karena mendapat tawaran lapak promosi dari manajemen Pasar Ber­sin Sentul City hingga Desember nanti. ‘’Eh, ternyata di Pasar Bersih Sentul City ini pelang­gan saya bertambah banyak,’’ ujar istri dari Billy Christian Nangin ini.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

Panganan Manado yang menjadi andalan Widya adalah Kue Panada, Kue Lalampa (seje­nis lemper ketan), dan Kue Balapis. Harganya sangat terjangkau, Panada isi tuna dijual Rp 4.000, Lalampa Rp 5.000, dan Kue Balapis di­jual Rp 35.000 persatuannya.

Widya sebetulnya bisa membuat banyak jenis panganan dan masakan Manado. Namun karena di Pasar Bersih Sentul City ini masih baru dan tempatnya masih bersifat semen­tara, dia masih memfokuskan kulinernya di tiga jenis kue itu. Tetapi jangan anggap remeh tiga jenis kue itu. Omsetnya menakjubkan. ‘’Kalau hari Sabtu dan Minggu bisa di atas Rp 1.000.000 perhari,’’ kat­anya.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

Pada hari-hari biasa, Kedai Kuliner Manado milik Widya ini bisa meraup omset hingga Rp 1.000.000. Pernah juga mengal­ami hari-hari sepi pembeli. Teta­pi tidak sering. ‘’Saya bersyukur, panganan yang saya jual jam 10.00 sudah habis,’’ ujarnya. Padahal lapak-lapak makanan di Pasar Bersih Sentul ini baru buka jam 6.30 pagi.

Ibu satu anak ini bertekad untuk terus mengembangkan usaha ku­linernya hingga memiliki autlet di banyak tempat. Dia juga berniat mengem­bangkan usaha rumah makan Manado. ‘’Mung­kin nanti setelah saya bisa sewa ruko di sini, saya mau memulai jualan masakan Ma­nado,’’ pungkasnya.

(Alfian Mujani)