Untitled-18WASHINGTON TODAY – Semua negara anggota PBB diimbau un­tuk ‘menggandakan upaya untuk mencegah dan menekan serangan teroris’. Dewan Keamanan Per­serikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) secara bulat menyetujui sebuah resolusi untuk menggandakan aksi melawan kelompok milisi ISIS menyusul rangkaian serangan di Paris pekan lalu.

Resolusi 2249 itu mendesak semua anggota PBB untuk men­empuh semua langkah yang diper­lukan dalam perlawanan terhadap ISIS. Dalam dokumen resolusi yang disusun Prancis tersebut, semua negara anggota PBB sebaiknya menggandakan dan mengoordina­sikan semua upaya mereka untuk mencegah dan menekan serangan teroris.

Diserukan juga kepada semua negara untuk membasmi tempat perlindungan ISIS dan berbagai kelompok milisi lainnya yang beroperasi di sejumlah bagian Irak dan Suriah. Akan tetapi, resolusi tersebut tidak menyebutkan Bab VII Piagam PBB yang memung­kinkan digunakannya kekuatan militer.

Padahal, Prancis dan Rusia berpendapat bahwa aksi militer sudah bisa dibenarkan karena negara-negara berhak melindungi diri dari serangan.

Serangan Rusia

Di Suriah, Rusia mengatakan telah menambah jumlah pesawat tempur menjadi 69 unit. Bahkan, Rusia telah menembakkan beber­apa rudal jelajah dari kapal-kapal perang di Laut Kaspia. Rentetan rudal itu dilaporkan telah meng­hantam Provinsi Deir al-Zour yang terletak di antara Kota Raqqa yang dikendalikan kelompok ISIS dan kantung kekuatan jihadis di Irak.

Pada Jumat (20/11) saja, militer Rusia telah melepaskan 18 rudal jelajah dan diklaim telah menge­nai tujuh target kelompok milisi di Raqqa, Idlib, dan Aleppo. Ke­lompok pemantau hak asasi ma­nusia Suriah mengatakan pesawat tempur Rusia dan Suriah telah melakoni 50 aksi pengeboman di Provinsi Deir al-Zour.

Koresponden BBC di Moskow melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan Rusia melansir reka­man video yang memperlihatkan beberapa serdadu menulis pesan pada bom-bom dengan kalimat, Ini balasan untuk warga kami yang meninggal serta Ini untuk Paris, sebelum memasukkannya ke pe­sawat.

(Yuska Apitya/net)