Untitled-14POLRES Bogor masih terus mengembangkan kasus pencurian emas di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) PT Antam Pongkor. Sejumlah gurandil pun diperika untuk mencari jalur siapa penadah-penadah besar yang ada dibelakang mereka.

RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Meski belum membeberkan secara rinci, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Aulia Djabar mengungkapkan, pasca peneriban di Kam­pung Ciguha, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, September lalu, pihaknya masih mencari penadah besar yang diduga berasal dari tataran pejabat Kabupaten Bogor.

“Jangan berasumsi dulu. Makanya kami masih terus kembangkan. Ada be­berapa gurandil sudah ditangkap lagi. Tapi masih kami mintai keterangan su­paya valid,” katanya, Selasa (24/11/2015).

Namun, mantan Kasat Reskrim Polres Bogor Kota enggan membeberkan berapa gurandil yang sudah dimintai keterangan terakhir. “Yah nanti dulu. Nanti juga kami ungkap kok,” singkatnya.

Baca Juga :  Sempat Cekcok, Kasus Remaja Main Gitar Berakhir Damai

Sebelumnya, Polres Bogor dinilai kagok dalam mengungkap kasus ini. Hal itu disebabkan kedekatan antara Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto dengan Ket­ua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi.

Hal itu dinyatakan, mantan Wakil Bu­pati (Wabup) Bogor, Karyawan Fatura­chman menilai, kedekatan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi dengan Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto sebagai upaya untuk memberikan tekanan kepada polres agar tidak terlalu lebar dalam mengembangkan kasus pongkor.

“Itu taktik Jaro Ade (panggilan Ade Ruhandi, red) dekat dengan kapolres buat membuat kagok dalam pengusutan kasus Pongkor. Sementara dia sudah diperintah­kan Kapolda Jawa Barat. Makanya jangan mau dipepet sama Jaro Ade,” tegas pria yang kini fokus menjadi budayawan itu, Selasa (27/10/2015).

Mantan wabup yang akrab disapa Kar­fat ini melanjutkan, dengan keakraban yang dijalin antara kapolres dan Jaro Ade, untuk menghambat laju AKBP Suyudi Ario Seto untuk membongkar penadah-pena­dah besar yang diduga dilakoni pejabat teras di Bumi Tegar Beriman.

Baca Juga :  Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bogor Tausyiah Akbar di Imtihanussanah AL Haya

“Makanya dia pernah kan waktu di­wawancara bilang ‘hati-hati kamu kalau bic­ara’. Itu tuh dia takut diungkap kalau ada ket­erlibatannya. Semua warga di sekitar Pongkor sudah tahu kok siapa Jaro Ade itu,” katanya.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Moech­giyarto pun telah memerintahkan semua kapolres yang ada di wilayah pemerinta­hannya untuk tidak pandang bulu dalam mengusut pencurian emas di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Saya sudah perintahkan semua ka­polres untuk menuntaskan kasus gu­randil. Tidak hanya di Pongkor, tapi juga di semua wilayah Jawa Barat. Karena ini telah merugikan negara. Tapi jangan pan­dang bulu. Sikat aja siapapun bekingnya,” tandas Kapolda. (*)