ISTANBUL TODAY – Aparat Turki baru saja menyita 11 juta butir pil Captagon, sejenis amfetamin yang digunakan para militan ISIS sebagai obat doping dan pemberi energi dalam melakukan berbagai aksi.

Menurut Independent.co.uk, obat-obatan sejumlah 10,9 juta butir atau seberat 2 ton ini ditemukan di dua tempat berbeda di sebelah timur wilayah Hatay yang berdekatan dengan berbatasan dengan Suriah. 7,3 juta pil butir ditemukan di tempat penyaringan minyak, tengah siap untuk dikirim ke negara-negara teluk di Timur Tengah. Sisanya seberat 3,6 juta ton disita dari sebuah gudang.

Menurut laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNO­DC) on ATS Global Assesment 2011, perdagangan Amphetamine-type stimulan (ATS) atau amfetamin jenis stimulan ini diketahui mulai muncul di wilayah Timur Tengah pada tahun 2008. Perdagangan Captagon masuk dari Eropa ke Timur Tengah melalui Turki, kemudian tersebar ke berb­agai negara tetangga, seperti Suriah, Arab Saudi, dan Yordania.

Obat doping pemberi kekuatan ‘super’ bagi tentara ISIS ini ternyata diduga sudah digunakan sejak za­man perang sipil Suriah. Namun, bagaimanakah perederan ‘obat dop­ing’ tentara ISIS di berbagai negara?

Arab Saudi

Arab Saudi terkenal menjadi salah satu pasar terbesar bagi perdagangan Captagon di wilayah Timur Tengah. Penyitaan Captagon pertama kali dik­etahui dilakukan di negara ini pada tahun 2003 dan terus meningkat. Sejak tahun 2006, UNODC mencatat rata-rata dilakukan penyitaan sebe­sar 13,2 juta ton pil Captagon.

Bahkan pada tahun 2009, jumlah pil yang disita di negara ini menca­pai sepertiga dari jumlah penyitaan amfetamin di seluruh dunia (33 juta ton) dan seperlima dari penyitaan amfetamin jenis stimulan atau ATS di seluruh dunia (71 juta ton). Penyitaan terbesar yang berhasil dilakukan di Arab Saudi dilaporkan terjadi pada tahun 2009 di dekat perbatasan dengan negara Yordania, di mana terdapat 2,5 juta ton pil amfetamin.

Suriah

Penyitaan pil Captagon di Suriah dimulai sejak tahun 2005. Antara tahun 2007 dan 2008 tercatat ter­jadi peningkatan jumlah pil Capta­gon yang disita sebesar 3,7 ton, atau sekitar 22 juta butir pil. Pemerintah Suriah melaporkan kepada UNODC bahwa terus terjadi peningkatan ter­hadap penyitaan pil Captagon, khu­susnya terkait perdagangan gelap dengan negara-negara tetangga.

Yordania

Di Yordania, tercatat jumlah pe­nyitaan terhadap pil Captagon menin­gkat 2 kali lipat dari 2,4 juta ton atau sekitar 14 juta butir pil menjadi 4,9 juta ton atau sekitar 29 juta butir pil Cap­tagon antara tahun 2008 hingga 2009.

Iran

UNODC mencatat pada tahun 2008 mulai dideteksi adanya produk­si ilegal obat jenis metamfetamin pada 4 laboratorium. Pada tahun 2010, dilaporkan bahwa terjadi pen­ingkatan penyitaan metamfetamin sebesar 55 persen atau sebesar 883 kg dibandingkan dengan penyitaan sebelumnnya pada tahun 2009 se­berat 571 kg. Metamfetamin dari Iran juga diketahui menjadi pasokan bagi pasar di negara-negara Asia Pasifik, seperti Indonesia, Jepang, Malaysia, New Zealand, dan Thailand sejak ta­hun 2007-2008.

Turki

Turki tercatat sebagai negara tempat transit bagi peredaran Cap­tagon dari wilayah Eropa ke Timur Tengah. Captagon terbesar sempat terjadi pada tahun 2006 sebesar 20 juta pil. Pada tahun 2006 tersebut juga diketahui terdapat 12 laboratori­um gelap yang memproduksi Capta­gon. Pada tahun 2006, tercatat 2 juta pill Captagon berhasil disita bersama cetakan dan mesin pembuat pil. Di tahun 2009, penyitaan Captagon meningkat menjadi 2,8 juta butir pil.

Bulgaria

Bulgaria terkenal sebagai salah satu negara produsen Captagon yang dipasarkan untuk wilayah di dekat Timur Tengah. Penyitaan amfetamin dalam jumlah besar tercatat pada ta­hun 2004 sebesar 1,45 juta ton dan pada tahun 2005 sebesar 1,1 juta ton.

Indonesia

Berdasarkan laporan UNODC, Indonesia berhasil membongkar 37 pabrik yang memproduksi am­fetamin jenis stimulan pada tahun 2009. Indonesia juga tercatat seb­agai negara transit dari perdagangan narkotika internasional. Pada tahun 2008 tercatat 710 kg metamfetamin kristal berhasil disita, disusul dengan 238 kg pada tahun 2009 dan 354 kg di tahun 2010.

UNODC mencatat Arab Saudi, Yor­dania, dan Suriah sebagai negara-neg­ara di mana terjadi penyitaan Capta­gon terbesar di wilayah Timur Tengah. Pada tahun 2009, penyitaan Captagon dari daerah ini turut menyumbangkan 75 persen dari penyitaan amfetamin di seluruh dunia. Qatar’s Drug Com­bating Department (DCD) berhasil menangkap jaringan kriminal interna­sional yang menyelundupkan 2,2 juta butir Captagon pada tahun 2010.

Captagon sebenarnya ilegal di kebanyakan negara Arab, namun banyak negara-negara yang kemu­dian memproduksi ‘obat doping’ ini. Bahan dasar pembuatan obat ini sangat sederhana, bahkan mudah di­dapatkan secara legal. Suriah saat ini menjadi salah satu produsen Cata­gon terbesar yang kemudian meny­elundupkan pil yang dihargai sekitar Rp 13.600 ribu hingga Rp 273 ribu ru­piah di negara-negara Timur Tengah.

Awal bulan November 2015 ini, aparat Libanon juga telah menang­kap Pangeran Saudi Arabia dengan 9 orang lainnya karena telah meny­elundupkan 2 ton pil Captagon serta kokain yang akan dikirimkan melalui jet pribadi dari bandara Beirut.

(Yuska Apitya/net)