Gadget Ramah untuk Balita

HKNBOGOR, TODAY – Sosialisasi terhadap penga­ruh gadget pada anak menjadi tema pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51, yang diadakan oleh bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

Hadir dalam seminar ini, Dokter Spesialis Anak di RSUD Kota Bogor, Agung Indra, Ahli Gizi Klinik RS PMI dan Rahmi Binarsih, Niken, Psikolog RS Marzuki Mahdi juga ikut menjadi narasumber dalam seminar, yang dihadiri 200 peserta. Mulai dari pelajar, PKK, Guru dan sejumlah komunitas yang bergerak dibidang perempuan.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Rubaeah, men­gatakan, penggunaan gadget pada usia dini san­gat berpengaruh terhadap fisik dan juga men­tal kepada anak. Konsumtifnya penggunaan gadget dikalangan anak-anak, tidak seimbang dengan pendampingan dari orang tua. “Sampai sekarang banyak orang tua yang belum tahu dampak baik dan buruknya dari gadget terse­but,” kata dia.

BACA JUGA :  Uban Muncul di Usia Muda? Ini Berbagai Faktor yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Menurut Rubeah, pemberian gadget kepada anak dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak itu sendiri. Ia menambahkan, pen­garah gadget sangat variatif mulai dari merusak perilaku, kesehatan mata, telinga serta jantung bahkan sampai berakibat obesitas. “Saya himbau kepada para orang tua agar selalu mendampingi anaknya yang berusia dibawah lima tahun,” un­gkapnya.

“Gadget lebih banyak negatifnya. Jadi peng­gunaan gadget sebaiknya jangan lebih dari dua jam,” tambahnya.

Terpisah, Ketua HKN Kota Bogor 2015, Nani Widayani menjelaskan, dengan adanya semi­nar ini, para orang tua dapat lebih intens dalam menjaga perkembangan buah hatinya. “Agar komunikasi lebih intens, buat program sehari tanpa gadget dan 20 menit berpelukan den­gan anak dan makan bersama. Ini harus diter­apkan kepada seluruh orang tua kepada buah hatinya,”bebernya.

BACA JUGA :  Pancasila di Tengah Disrupsi Digital

Sementara itu, salah satu narasumber Dokter Spesialis Anak di RSUD Kota Bogor, Agung Indra, mengaku, untuk para peserta seminar. “Teknolo­gi memang tidak bisa dihindarkan, tapi guru juga harus berperan. Gunakan perpustakaan yang ada. Jangan hanya mengandalkan gadget atau in­ternet, untuk mendapatkan sebuah informasi,” paparnya.

(Rizky Dewantara) intennadya

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================