Akali Regulasi, Klub Didenda Rp 100 juta

062945800_1440771386-20150828-CEO-Mahaka-Sports-_-Entertainment-Jakarta-02JAKARTA, Today – Penyelenggara tur­namen Piala Jenderal Sudirman mem­buat regulasi bahwa setiap klub yang tampil di babak semifinal dan final ha­rus menyertakan dua pemain U-21 di starting eleven.

Ketua Panpel sekaligus CEO Mahaka Sports and Entertai­ment, Hasani Abdulgani, mengatakan regulasi terse­but wajib dijalankan oleh setiap peserta, meski ada beberapa klub yang merasa keberatan.

Namun, jika salah satu atau dua pemain U-21 tersebut terke­na akumulasi kartu kuning, maka tidak bisa diganti oleh pemain U-21 lainnya, kecuali pemain senior yang sebelum­nya juga terdaftar.

BACA JUGA :  Angka ODGJ Tinggi, Pemkab Bogor Perkuat Balai Kesejahteraan Sosial

“Jika ada pemain U-21 yang dimiliki klub terkena akumu­lasi kartu kuning, apakah boleh diganti dengan pemain U-21 lainnya? Keputusan­nya adalah pemain yang terdaftar dari awal sampai final tidak boleh ada penambahan,” ujar Hasani kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/1).

Tapi, lanjut Hasani, apa­bila ada tim peserta yang sen­gaja memainkan dua pemain U-21 agar terkena aku­mulasi kartu kuning, maka klub tersebut akan dikenai sanksi berupa denda sebesar Rp 100 juta.

BACA JUGA :  Pola Makan Tak Sehat Jadi Pemicu Meningkatnya Kasus Kanker pada Usia Muda

“Jika ada pemain U-21 terkena akumu­lasi, maka tidak boleh dimainkan, tapi boleh diganti dengan pemain senior. Tapi semua daftar pemain sesuai umur, kartu kami pegang,” jelasnya.

Jika ada kesengajaan, dengan alasan kartu kuning, maka itu artinya mereka sengaja mencederai pertandingan. Maka klub harus didenda 100 juta.

Melibatkan pemain U-21 di pertand­ingan semifinal dan final dimaksudkan untuk memberi tambahan jam terbang kepada para pemain muda.

(Imam/net)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================