ahmad-heryawan1BANDUNG, Today – Jadwal Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat men­galami pengunduran dari 9-21 September menjadi 17-29 September 2016.

Pengunduran jadwal PON XIX karena bersamaan dengan pelaksanaan IDul Adha 1437 Hijriah. Keputusan yang diambil Pen­gurus Besar (PB) PON XIX/2016 itu pun akan segera dibahas pihak KONI Pusat dan Kemen­terian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Secara prinsip, KONI Pusat dan Kemen­pora telah menyetujui pengunduran jadwal PON tersebut. “Untuk legitimasinya, tetap harus ada rapat antara KONI Pusat, Kemen­pora, PB PON, dengan seluruh KONI (provinsi) di Indone­sia,” kata Gubernur Jabar yang juga Ketua PB PON 2016, Ahmad Heryawan.

Usulan diundurnya jadwal PON itu pun mendapat reaksi dari Komite Olahraga Nasion­al Indonesia (KONI) Jawa Barat.

Menurut wakil Ketua 1 KONI Jabar, M Budiana, tidak ter­lalu menjadi persoalan bagi organisasi olahraga ini karena pengun­duran jadwal pun hanya ber­selang sepekan saja.

Bagi KONI sebagai kontingen, kata Budiana, justru sedikit merasa di­untungkan karena bertam­bahnya persiapan bagi tim tuan rumah yang diproyek­sikan meraih Jabar Kahiji pada perhelatan multi event empat tahunan itu.

“Tidak ada masalah Justru se­dikit banyaknya kita merasa diuntung­kan karena ada penambahan sedikit waktu untuk persiapan meraih Jabar Kahiji,” tegas Budiana, Selasa (5/1).

Ia pun berharap, kontingen dari provin­si lain yang akan menjadi peserta PON XIX/2016 tidak akan menjadikan keputusan tersebut sebuah masalah.

“PB PON tidak mungkin mengambil keputusan itu tanpa memikirkannya terlebih dahulu positif negatifnya. Jadi harapan saya, provinsi lain peserta PON tidak menjadikan ini sebuah masalah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Federasi Karatedo Indonesia (Forki) Jawa Barat Gianto Hartono menambahkan, pen­gunduran pelaksanaan PON tersebut tidak akan mengganggu peak performance atlet Jabar yang akan berjuang untuk merebut titel juara umum PON.

Persiapan atlet sendiri apalagi memasuki tahun 2016, mulai Januari ini cabor semakin mematangkan persiapan atletnya.

“Tidak ada masalah dan pencapaian peak performance atlet pun saya rasa tidak akan terganggu. Apalagi bagi atlet, kapan pun harus tetap siap dan disiapkan semaksimal mungkin untuk meraih prestasi terbaik di PON,” pungkasnya.

(Imam/net)