image-(58)Trend fashion dari kulit hewan memang tak ada matinya. Bahan ini masih mempunyai tempat di hati para penggemarnya, yang ke­banyakan adalah pemuja barang berkualitas. Hal ini dimanfaatkan Sutarmanto untuk mengembangkan bisnis fashion dari bahan kulit hewan. Dengan modal ilmu yang didapatkannya saat bekerja di pabrik fashion kulit, Sutarmanto memulai bisnis produk kulit pada pertengahan tahun 2000 dengan brand Kalong Kulit Asli.

Sebelum terjun ke Kalong Kulit Asli, Sutar­manto sempat membuka bisnis donat tetapi tak mampu bertahan lama. “Setelah ber­henti kerja, saya sempat jualan donat yang saat itu sedang booming. Saya titipkan ke sekolah-sekolah. Tetapi kemudian 2-3 tahun menurun penjualannya, karena sudah ban­yak yang bikin sampai akhirnya tidak laku,” ungkap Manto, panggilan akrabnya.

Nama Kalong yang melekat pada produk-produk yang dibuatnya karena ke­tika awal membuka bisnisnya, para penja­hit biasa bekerja hingga larut malam alias ngalong atau begadang. Sehingga dise­but seperti kalong yang biasa beraktivitas pada malam hari.

Kalong Kulit Asli adalah toko dan tempat pembuatan berbagai atribut yang berbahan kulit asli, mulai dari jaket kulit asli, dompet kulit, dom­pet STNK kulit, celana kulit, sepatu kulit, gantun­gan kunci kulit, sarung tangan kulit, tas kulit, tas laptop kulit, topi kulit, sandal kulit, ikat pinggang kulit dan pembersih kulit. Jenis kulit yang terse­dia di sini kulit sapi, kulit kambing, dan domba. ”Kulit yang didatangkan dari daerah-daerah di Indonesia,” ujarnya.

Harga produk Kalong sesuai dengan kuali­tas mulai dari jaket kulit Rp. 600.000–Rp. 4.000.000, tas kulit Rp. 250.000 – Rp. 2.000.000, dompet kulit Rp. 250.000 – 450.000, topi kulit Rp. 150.000 – Rp. 350.000, dompet STNK kulit Rp. 50.000 – Rp 150.000, sarung tangan kulit Rp. 50.000 – Rp 300.000, sepatu kulit Rp. 150.000 – Rp. 650.000, ikat pinggang kulit Rp. 200.000 – Rp. 400.000.

Selain bisa beli langsung di toko, pelanggan juga bisa memesan membuat tas dan jaket den­gan ukuran dan desain sendiri. “Seperti Polisi PJR Mabes Polri pengawalan VVIP dan tamu negara, jaketnya dibuat pertama kali di Kalong sampai sekarang,” katanya.

Untuk modal usaha Kalong ini Sutarman­to memakai uang pensiunnya sebanyak Rp. 23.000.000. Omset sebulan pada tahun 2000-an Rp. 6.000.000 – Rp 7.000.000. “Kalau sekarang lumayan bisa gaji karyawan,’’ kata Manto.

Sutarmanto memiliki 10 karyawan, lima kary­awan penjaga toko dan lima penjahit. Sekarang ia memiliki 3 cabang Toko Kalong. Pertama, Jalan R. Saptaji Cemplang Baru Cilendek Barat, Kota Bogor. Kedua Jalan Raya Kedung Halang No. 189. Ketiga Jalan Raya Pemda No. 09 Talang Bogor Utara.

Jam operasiona mulai pukul 08.00 sampai 20.00 setiap hari. “Jika ada pelanggan membeli produk kami dengan kulit imitasi, saya akan ganti 3 kali lipat produk dengan kulit asli, karena saya tidak menjual kulit imitasi tetapi kulit asli,” pungkasnya.

(Hesti Amelia)