Hari ini, Koalisi Kerahmatan Bahas Wabup

BOGOR, TODAY – Memasuki awal tahun 2016, koalisi kerahmatan langsung mera­patkan barisan untuk membahas kursi Wakil Bupati Bogor.

Pasalnya, kursi orang nomor dua di Kabupaten Bogor dibiarkan kosong sela­ma setahun karena adanya alasan kepent­ingan partai.

“Rencananya besok (hari ini,red) kami mengundang partai-partai anggota koalisi untuk membicarakan pengisian wabup dan membahas kelanjutan pen­damping nurhayanti,”ujar Sekretaris Koalisi Kerahmatan, Hendrayana.

Menurutnya, tidak ada alasan men­unda atau mengulur waktu perihal pengi­sian wabup yang kosong hampir satu ta­hun itu.

Ia menambahkan, Tata tertib DPRD sudah selesai dibahas dan disahkan. Bahkan, Menteri Dalam Negeri dan Bu­pati Bogor telah melayangkan surat agar segera memilih wabup.

BACA JUGA :  Satu Rumah Ludes Terbakar di Ciampea, Tidak Ada Korban Jiwa

“Konflik Golkar dan PPP juga bukan alasan untuk menunda atau mengganjal proses politik. Karena ini menyangkut kepentingan 5,4 juta penduduk Kabupat­en Bogor,”tandasnya.

Ia berharap, dua partai itu bisa mengerti pentingnya proses pengisian kekosongan kursi F2.

Menurutnya, Bupati Nurhayanti harus dibantu dalam menjalankan roda pemer­intahan. Terulangnya Sisa Lebih Pembi­ayaan Anggaran (SiLPA) dalam dua tahun terakhir menjadi alasan Hendrayana.

“Artinya banyak dana yang tidak terserap dan banyak kegiatan pembangu­nan yang tidak berjalan optimal,” tandas pria yang juga Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor itu.

BACA JUGA :  Jalur Cepat Tegar Beriman Ditutup Malam Ini, Warga Diminta Cari Rute Alternatif

Beberapa elit politik yang sebelumnya sem­pat mencuat menjadi bakal calon wabup, seperti, Ade Muna­waroh Yanwar (PPP), Momon Permono (Demokrat), Endang Kosasih (PPP), Iwan Setiawan (Gerindra), Wasto Sumarno (PKS), Hidayat Royani (Golkar) dan Per­madi Adjid (PAN).

Seiring berjalannya waktu, dari seki­an banyak itu, mulai mengerucut ke tiga nama, yakni Ade Munawaroh Yanwar, Momon Permono dan Endang Kosasih. Koalisi Kerahmatan sendiri terdiri atas PPP, Golkar, PKS, Gerindra, PAN, PKP, Nasdem, Hanura dan PKB.

(Rishad Noviansyah)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================