Habis Kemarau Datanglah Banjir

Untitled-8BOGOR, TODAY – Terpaksa puasa bercocok tanam saat kemarau pan­jang melanda akhir tahun lalu, kini sejumlah Kelompok Tani (Poktan) memulai kembali penanaman. Mes­ki begitu, masih ada sawah yang be­lum tergarap dan tergenang air.

Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Bogor men­catat, sawah-sawah itu terletak di kawasan Jalan Tranyogi, Cariu.

“Karena belum digarap. Jadi mudah tergenang saat musim hujan. Tapi begitu banyak. Hanya swah-swah yang ada di pinggir jalan saja,” kata Kasi Perlindungan Tana­man Pangan, Chrisnayana, Senin (18/1/2016).

Ia menambahkan, sawah yang tergenang itu memiliki posisi di bawah permukaan drainase ja­lan. Vegetasi tanah di lahan yang lebih tinggi dari sawah di Tansyogi kurang baik.

“Sudah banyak pohon tinggi yang ditebang. Tapi, gorong-gorong yang baru dibangun, posisinya lebih tinggi dari sawah. Akhirnya, sawah jadi run off,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Cetak Sejarah, Rapat Paripurna HJB ke-544 Digelar di Pelosok Kabupaten Bogor

Menurutnya, jika banyak sep­erti ini, swah seharusnya diolah dan seharusnya swah tidak menam­pung genangan.

“Sedang banyak air begini, seharusnya diolah. Kondisi tanah juga sedang baik-baiknya, mudah diolah. Makanya, dari sekarang saya minta petani mulai menanam bibit,” tandasnya.

Chris menambahkan, sejak awal musim hujan hingga musim tanam, membutuhkan waktu yang cukup lama. Maka itu, petani perlu membajak sawahnya dulu, setelah itu sempurna, air akan menyusut dengan sendirinya.

“Di Cariu hujannya masih sedikit. Cuma berapa hari sekali, itu intensitasnya tidak tinggi. Jadi me­merlukan waktu lebih lama untuk memulai penanaman yang berkual­itas,” tegasnya.

Menurutnya, musim tanam seharusnya berlangsung sejak Oto­ber hingga Maret 2015. Namun, wilayah pertanian yang mengan­dalkan aliran Sungai Cibeet, justru gagal panen total. Puso, kata dia, melanda pertanian di Carium Su­kamakmur dan Tanjungsari sejak Mei 2015, meski ada sumber air dari Waduk Jatiluhur.

BACA JUGA :  HJB Run 2026 Meriah! 200 Pelari Warnai Peresmian JPO Tegar Beriman di Kabupaten Bogor

“Hujan sudah berkurang pada April. Bendung juga debit airnya menyusut untuk menyuplai air. Sak­ing kurangnya, warga hanya bisa memakai air untuk MCK dan kon­sumsi,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya mener­ima laporan masih ada penanaman di bulan April meski hasil panen­nya turun. Di saat yang sama, 3.000 hektare sawah dilaporkan gagal panen.

Menurutnya, total 4.443 hek­tare sawah yang tersebar di Cariu, Tanjungsari, Jonggol, Sukamakmur, Tenjo, Parungpanjang, Cileungsi, Klapanunggal, Rumpin. Cibung­bulang, Parung, Kemang, Dijeruk, Cigombong dan Caringin. Aki­batnya, petani beralih menanam palawija yang tak membutuhkan banyak air.

(Rishad Noviansyah)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================