alfian mujani 240PAKAR Sosiologi Agama Dr Ahmad Imam Mawardi merilis hasil peneli­tiannya di empat kabupaten di Pulau Madura. Hasilnya cukup mengejutkan karena berbeda dengan julukan masyarakat Madura se­bagai pulau dengan jumlah pernikahan dini paling tinggi dan jumlah keluarga besar sangat banyak.

Ternyata, pernikahan usia dini tak seperti yang diduga alias sangat sedikit terjadi. Kebanyakan santri dan pemuda Madura kini memilih nikah di usia 17-25 tahun. Tentang jumlah anak, anak muda dan santri Madura menganggap yang ideal 3-4 anak. Padahal orang para orang tua dan pemuka agama memandang yang ideal 7 anak.

Seorang santri salaf ditanya peneliti soal dari mana dia tahu ikhwal KB (Keluarga Be­rencana), dengan lantang menjawab, “Dari genting, Pak.” Peneliti bertanya, apa maksud jawaban santri itu? “Saya baca tulisan KB di genting rumah warga,’’ jawab si santri. Ru­panya di Madura hampir semua rumah gen­tengnya menjadi media iklan KB.

======================================
======================================
======================================