drainaseDINAS Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor mengevaluasi kinerja para kontraktor yang mengerjakan paket-paket proyeknya.

Oleh : RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Salah satunya proyek peningkatan Jalan Sirojul Munir, Cibinong. Diduga, sal­uran air yang berlokasi tepat di samp­ing SMA Nurul Hidayah tidak berfungsi.

“Proyek itu dikerjakan PT Kawan Sehati dengan konsultan pengawas PT Bilitonica Indomarta Consultan, keduanya akan kita pang­gil. Kami menerima informasi jalan tersebut ma­sih digenangi air, ketika hujan deras karena sal­uran airnya tak berfungsi,” kata Kepala Bidang Pembangunan dan Rehabilitasi (Bangreh), Asep Ruhiyat, Kamis (21/1/2016).

Baca Juga :  Pembangunan Sekolah Satu Atap di Tanah Sareal Capai 95 Persen, 2024 Terima Siswa Baru

Ia menjelaskan, PT Kawan Sehati masih teri­kat kontrak yang mewajibkan mereka melaku­kan perawatan jalan berikut drainasenya hingga enam bulan kedepan.

“Dari Rp 3,4 miliar nilai proyek itu, lima pers­en uang kontraktor kita tahan dulu sebagai jami­nan pemeliharaan,” tandasnya.

Terkait soal aspal yang mengelupas dan ad­anya lubang dengan kedalaman sekitar 20 sen­timeter, Asep mewajibkan kontraktor melaku­kan pengaspalan ulang dengan ketebalan tiga sentimeter. “Makanya, kita akan turunkan pen­gawas untuk mengecek dan memeriksa lang­sung kerusakan dan ketebalan aspal di jalan tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bima Arya Sampaikan 5 Kunci Penegakan Perda KTR

Dari data yang terpampang di papan pengu­muman, proyek peningkatan Jalan Sirojul Munir itu dikerjakan pada akhir Juli selama 90 hari kalender. Dari total panjang 3,9 kilometer, jalan yang ditingkatkan ini hanya 3,0 kilo meter yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor.

“Aneh saja sih, kok jalan baru diaspal su­dah berlubang lagi, kalau tak segera diperbaiki, dikhawatirkan lubang tersebut makin besar, apa­lagi awal tahun ini sering hujan deras,” ujar Didi, warga setempat.