58254317Setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis point menjadi 7,25%, sejumlah bank pelaksana mulai menyesuaikan. Mereka menurunkan bunga kredit.

Oleh : Alfian Mujani
[email protected]

Salah satunya adalah PT Bank Tabungan Nega­ra Tbk (BTN). “Kami secara bertahap juga akan mulai menurunkan bunga kredit kami. Fokusnya yang pertama bunga KPR. Itu secara bertahap akan kami turunkan,” ujar Direktur Utama BTN Maryono, dalam rapat kerja BTN se-Indonesia di Semarang, Sabtu (6/2/2016).

Saat ini BTN telah menurunkan cost of fund atau biaya dana dari yang semula sekitar 12% menjadi di bawah 10%. “Saat ini kami sudah berhasil menurunkan cost of fund kami menjadi 8,9%. Tadinya kan mencapai 12%. Dengan demikian, secara bertahap bunga juga akan ikut turun,” sambung dia.

BACA JUGA :  Usai Acara Sambelan, Belasan Warga di Playen Keracunan Massal, 1 Orang Meninggal Dunia

Sebagai wujud dari upaya penurunan bunga KPR tersebut, pada tanggal 13 Februari mendatang BTN akan menggelar BTN Properti Expo 2016. “Pada acara tersebut kami akan memberikan bunga spesial 6,6% fix selama 1 tahun. Ini untuk yang non subsidi,” ujar Maryono.

Sementara itu, BTN juga berkomitmen untuk terus berkontri­busi pada penyelenggaraan program 1 juta rumah dengan me­ningkatkan target pembiayaan rumah FLPP menjadi seban­yak 700 ribu unit.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyatakan siap mengelola dana tabungan perumahan rakyat (tapera) yang potensinya mencapai puluhan triliun setiap bulannya. Rencananya, bulan ini DPR akan mengesahkan Rancangan Undang- Undang Tapera menjadi Undang-Undang Ta­pera.

“Kami siap berapapun alokasi dana ta­pera yang akan diberikan untuk BTN. Pasti­nya ini akan membuat kami lebih berse­mangat dalam menyediakan pembiayaan rumah murah bagi rakyat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Jelang Pilkada 2024, 18 Anggota Panwascam Kota Bogor Dilantik

Maryono mengatakan, Bank BTN sudah berpengalaman menyalurkan kredit pembiayaan perumahan (KPR). Di sisi lain, keberadaan dana ta­pera yang ditempatkan di BTN dapat meningkatkan ket­ersediaan dana murah untuk membiayai rumah subsidi untuk masyarakat.

Maryono menjelaskan, jika alokasi dana murah diperbanyak maka suku bunga KPR subsidi akan lebih turun lagi. Apabila saat ini bunga KPR bersubsidi sebesar 5%, maka dengan adanya sunti­kan dana tapera bunganya bisa turun lagi sekitar 4% sampai 3%. “Dengan subsidi dari pemerintahan saat ini saja BTN bisa bunganya 5%, kalau ada tapera pastinya lebih murah lagi,” sambung dia.

============================================================
============================================================
============================================================