CIBINONG, TODAY – Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kabupaten Bogor berencana untuk mem­buka jalur angkutan rute Leuwiliang-Parakan Salak, Kabupaten Sukabumi ta­hun 2016 ini.

Itu dilakukan DLLAJ untuk mendukung program pemerin­tah pusat yang mengharuskan kabupaten/kota membangun wilayah perbatasan.

“Tahun ini jalur Leuwil­iang-Parakan dibuka untuk membongkar terisolirnya warga dua daerah terse­but,” ujar Kabid Angkutan dan Terminal pada DLLAJ, Dudi Rukmayadi, Senin (8/2/2016).

Untuk tahap pertama, kata Dudi, ada 20 unit armada un­tuk melayani rute tersebut. “Butuh biaya cukup besar. Tapi ada pengusaha angkutan yang biasa membuka jalur AKDP. Jadi bisa direalisasikan tahun ini,” lanjut Dudi.

BACA JUGA :  Jadwal SIM Keliling Kota Bogor, Rabu 29 Mei 2024

Ia menambahkan, aramada yang digunakan merupakan elf berkapasitas penumpang 25 hingga 30 orang.

“Memang infrastruktur jalan­nya belum layak tapi kami yakin semuanya akan dibenahi,” kat­anya.

Apalagi, kata Dudi, hal itu didukung dengan kon­sep pembangunan yang ti­dak lagi berpusat di kota, tapi lebih ke wilayah-wilayah perbatasan.

Anggota Komisi III DPRD Muhamad Romli mengatakan, pembukaan jalur tersebut bisa membuat desa yang tadinya teriosolir jadi terbuka.

BACA JUGA :  Diduga ODGJ, Anak di Pandeglang Pukul Kepala Ayah Pakai Batu hingga Tewas

“Ini juga untuk memper­cepat pemerataan pembangu­nan, dengan adanya angkutan yang melintasi jalur perbatasan antar daerah, akses ekonomi warga meningkat. Selama ini, yang menjadi hambatan desa sulit berkembang, karena ti­dak adanya akses angkutan umum,” katanya.

Selama ini, kata dia, warga Kabupaten Bogor bagian barat begitu juga warga Kabupaten Sukabumi, harus memutar arah lewat selatan.

“Kalau ada rute baru, waktu tempuh bisa dipangkas, bahkan biaya operasional angkutan ba­rang pun bisa ditekan,” ujarnya.

(Rishad Noviansyah)

============================================================
============================================================
============================================================