Untitled-13Pertemuan antara Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dengan PT Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI), selaku pelaksana optimalisasi terminal Baranangsiang, mendapat sambutan antusias dari Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman.

Oleh : Abdul Kadir Basalamah
[email protected]

Usai menghadiri Musrenbang tingkat Kecamatan Bogor Se­latan, Usmar mengungkap­kan bahwa rencana pemban­gunan optimalisasi Terminal Baranangsiang itu tertunda karena adanya rencana pembangunan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT), dan adanya usulan revisi Perpres nomor 98 tahun 2015 tentang LRT. “Kalau semuanya sudah clear dan apabila sudah ditetapkan bahwa pembangunan LRT sampai ke Terminal Baranangsiang, maka realisasinya harus segera dilakukan, mengingat pembangu­nan LRT itu ditargetkan pada tahun 2018 mendatang sampai Kota Bogor yaitu di Ter­minal Baranangsiang. Jadi tinggal segera di eksekusi saja realisasinya,” ungkapnya.

Kalau sudah pasti soal kelanjutan op­timalisasi terminal Baranangsiang, tinggal dilanjutkan dengan pembuatan komitmen addendum baru, kerjasama antara Pem­kot Bogor dengan PT PGI. Jadi harus jelas juga, kewenangan pihak ketiga dimana, ke­wenangan LRT dimana, kewenangan Pem­kot Bogor dimana, termasuk soal terminal Transit untuk tetap melayani ada dimana. Selain itu, masalah sarana prasarana juga harus diutamakan, seperti pembangunan Park and Ride, Underpass maupun fasilitas fungsi lainnya. “Selain merevisi desain soal optimalisasi terminal Baranangsiang, ha­rus ada juga kesepakatan baru atau adden­dum, karena di tahun 2013 seharusnya su­dah memulai kegiatan pembangunan fisik di terminal Baranangsiang, tetapi karena mengalami berbagai masalah, maka ren­cana pembangunan terhenti. Jadi langkah awal sekarang dengan adanya kejelasan dan kelanjutan soal optimalisasi terminal Baranangsiang, maka harus dilakukan dulu addendum baru,” tandasnya.

BACA JUGA :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bogor, Jumat 24 Mei 2024

Revitalisasi pembangunan terminal Ba­ranangsiang, sejauh ini tak kunjung men­emukan jawaban pasti karena terganjal beberapa kendala. Salah satu kendalanya, yakni Walikota Bogor sedang melakukan upaya agar pembangunan Light Rail Tran­sit (LRT) tidak dilaksanakan di terminal Ba­ranangsiang.

Sekda Kota Bogor, Ade Syarief Hidayat mengatakan bahwa Pemkot Bogor akan mencoba meminta bantuan kepada Su­harto, Direktur Perencanaan dan Pem­bangunan Transportasi, Kementrian Per­hubungan agar pembangunan stasiun LRT tidak bermuara di terminal Baranangsiang Bogor.

“Walikota ingin pembangunan stasiun LRT tidak dilaksanakan di terminal Ba­ranangsiang, karena jantung Kota Bogor itu akan dikhususkan untuk revitalisasi Terminal Baranangsiang,” ujar Ade Syarief kemarin.

Terpisah, Soeharto yang baru men­jabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Transportasi mendukung langkah percepatan revitalisasi Baranang­siang. Namun, pihaknya mengatakan tidak terlibat dalam upaya pembangunan termi­nal Baranangsiang.

“Saya dukung terminal Baranangsiang dipercepat, namun permohonan bantuan dari Pemkot Bogor untuk tidak dibangun LRT diarea terminal Barangsiang belum saya terima surat resminya,” kata Suharto kepada BOGOR TODAY kemarin.

Suharto menambahkan bahwa pembatalan pembangunan LRT tidak bisa sembarangan, hal ini diperkuat dengan adanya Perpres Nomor 98 Tahun 2015 ten­tang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/LRT.

“Peraturan LRT ini dibuat oleh Pres­iden, tidak bisa sembarangan dihentikan, tetapi apabila Pemkot Bogor secara resmi meminta bantuan tidak masalah, sejauh ini saya tegaskan surat resmi dari Pemkot Bogor belum saya terima,” pungkas Soe­harto.

BACA JUGA :  Nahas, Bocah di Klego Boyolali Tewas Tenggelam saat Main di Sungai

Diketahui, Pemkot Bogor dan PT Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI) masih melakukan penyesuaian desain re­vitalisasi Baranangsiang. “Kami berharap secepatnya ada kata sepakat, seperti hara­pan masyarakat pada umumnya,” kata dia.

Bekas Astapra Kota Bogor itu juga me­nambahkan bahwa revitalisasi terhadap Terminal Baranangsiang tidak akan dimu­lai oleh PT PGI, sebelum pihak Pemkot Bo­gor melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada para warga tentang akan dilakukan revitalisasi tersebut. “Intinya perlu sosial­isasi yang matang. Tidak bisa main ekseku­si kosongkan terminal. Ini memang proses masih panjang,” kata dia.Terpisah, Ang­gota Komisi C DPRD Kota Bogor, Yus Rus­wandi, mengatakan, pihaknya meminta agar Bima Arya secepatnya memberi pen­egasan status terminal. “Apakah mau dire­vitalisasi, atau mau diapakan. Harus ada kejelasan. Terus terang, saya sudah banyak laporan dari warga di dapil, ‘gimana ini Pak, Baranangsiang kok dibiarkan begitu-begitu aja’. Ya, saya bingung jawabnya, karena dewan kan hanya memberi masu­kan dan usul,” kata dia, kemarin.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Bo­gor, Heri Cahyono, juga meminta kejelasan soal status optimalisasi bangunan Baranan­gsiang. “Kita sudah berkali-kali rapatkan soal itu. Ya, ini bakal jadi presden buruk kalau digantung terus-menerus. Saya prib­adi menyayangkan, kenapa Baranangsiang masih begitu-begitu saja tanpa tindak lan­jut,” kata dia.

(Yuska)

============================================================
============================================================
============================================================