Untitled-7UNTUK mengalihkan adanya aktifitas perayaan hari valentine yang semakin nyasar di kalangan anak-anak remaja, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Kota Bogor mengajak warganya untuk melakukan aksi menanam bunga di depan gerbang SMAN 6, yang berlokasi di Jalan Walet nomor 13, Kelurahan Tanah Sareal, Kecataman Tanah Sareal, Kota Bogor. Kegiatan ini juga dimaknai sebagai bentuk aplikasi dari program Pemerintah Kota Bogor dalam Ngabogor Bodas, Ngabogor Bulao dan Ngabogor Hejo.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Di­nas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Ed­gar Suratman, semua siswa serta starf pengajar turun langsung berpar­tisipasi dalam kegiatan itu. Dalam agenda yang diberikan tema ‘One Stu­dent, One Flower’.

Setiap kelas wajib memelihara tamannya sendiri yang sudah dise­diakan lahannya oleh sekolah, dengan mena­namkan bunga yang sudah mereka beli bibitnya dan didam­pingi oleh guru-guru mereka.

BACA JUGA :  Safari Bulan Dana PMI ke Sekolah BBS, Dedie Rachim : Semua Harus Punya Kepedulian

“Bung a -bung a yang ditanam ini sebagai bentuk kasih sayang mereka (mu­rid-murid SMAN 6) kepada ling­kungannya, dan Alhamdulillah saya bersyukur semangat anak-anak dalam kegiatan seperti ini masih sangat besar,” ungkap Ke­pala SMAN 6 Kota Bogor, Aidawati kepad BOGOR TODAY.

Meskipun, sambung Aida, keg­iatan seperti ini bukan kali pertama yang dilakukan warga SMAN 6 di sekolahnya, sebab setiap hari Jumat mereka semua sering melakukan rutinitas bebersih dan memelihara tumbuhan sekitar.

Agenda seperti ini, dinilai Aida sangat efektif dan jauh lebih mendi­dik untuk mengalihkan isu perayaan hari valentine. Hal ini masih jauh lebih bermanfaat dibandingkan harus membeli bunga dan coklat untuk diberikan kepada orang terkasih. Apalagi dengan turun ke lapangan bisa mempererat tali silaturahmi seluruh warga SMAN 6.

Kegiatan seperti ini juga, menurut Aida, sangat berhubungan dengan program pemerintah dalam Ngabogor Bodas, Ngabogor Bulao dan Ngabogor Hejo. “Ini sudah jelas bukti nyata, bagaimana implementasi anak-anak dan guru disini dalam mewujudkan pro­gram pemerintah dengan mencintai dan memelihara lingkungan­nya. Kalau soal valentine, tidak ada budaya seperti itu di sekolah ini,” tambah dia.

BACA JUGA :  Siswa SMK Matusha Dwi Elang Dapat Edukasi HIV/AIDS Dari RSUD Leuwiliang

Kebetulan, masih kata Aida, SMAN 6 ini adalah sekolah Adiwi­yata mandiri dan kegiatan pelestarian lingkungan bukan jadi kew­ajiban, namun sudah menjadi kebiasaan mereka. “Anak-anak ma­suk kelas saja sepatunya dilepas, jadi lantainya bisa dipakai sholat. Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, biasanya kami sholat duha dan melakukan tadarus terlebih dahulu,” urainya.

Sementara itu, Staf Kesiswaan SMAN 6 Kota Bogor, Siti Hasa­nah juga menambahkan jika kegiatan seperti ini juga dapat meng­ganti tanaman yang sudah mati dan rusak dengan tanaman baru. “Hal ini kan dapat menghemat juga, dikemasnya dengan acara valentine supaya lebih muda,” tambahnya.

============================================================
============================================================