WID_2549-buku-OrasiNama Prof. Dr. Fransiska Rungkat-Zakaria M.Sc atau kerap disapa Since ini sudah tidak asing lagi di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Wanita kelahiran Manado ini tidak bermimpi dirinya ditakdirkan menjadi seorang guru besar di kampus favorit di Bogor, dan dengan ilmunya itu ia bertekad ingin menyehatkan hidup masyarakat melalui hasil penelitiannya.

Oleh : Abdul Malik
[email protected]

Awalnya ia tidak ingin membebani orang tua, karena ia tidak ber­asal dari keluarga berada. Since berinisiatif mencari sekolah yang membuka beasiswa dan memutuskan un­tuk mendaftar di sekolah Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut (TNI-AL).

“Pada saat itu saya mau masuk angka­tan laut, karena biaya sekolah ditanggung oleh angkatan laut, dengan catatan setelah lulus harus bekerja untuk angkatan laut. Tapi bukan untuk jadi tentara melainkan dalam bidang farmasi kedokteran,” ke­nangnya.

Namun, sambung wanita kelahiran 14 juni 1949 ini, sebelum ada pengumuman dari angkatan laut, seorang dosen Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian (Fate­meta, yang saat ini sudah berubah nama menjadi Fateta) IPB memberitahu kepada Since untuk mendaftar kuliah disana kare­na biaya hidup di Bogor jauh lebih murah. Hingga pada akhirnya Since memutuskan untuk merantau ke Bogor dan mendaftar kuliah di Fatemeta IPB pada tahun 1968.

BACA JUGA :  HJB Kota Bogor ke-542 Usung Tema 'Raharja Gawe Rancage', Ternyata Ini Maknanya

“Setelah sampai di Bogor, ternyata me­mang benar, masuk kuliah tidak pake uang muka dan biaya hidup hanya lima ribu sebulan,”ujarnya.

Selama kuliah Since menyempatkan diri untuk mencari uang tambahan, sebagai sekertaris pastur di salah satu gereja yang ada di Bogor.

Kemudian, pada tahun 1972 Since menunda perkuliahannya untuk menikah. Setelah menikah ia meneruskan kuliah kem­bali dan lulus pada tahun 1974. Di tahun yang sama Since mengikuti suaminya untuk ber­sekolah di Michigan State University USA.

“Di Fatemeta saya sudah belajar men­genai sifat bahan makanan dari pertanian, setelah ke Amerika saya memutuskan un­tuk mengambil S2 mengenai gizi manusia,” ungkapnya. Tahun 1978 Since kembali ke In­donesia dengan membawa gelar Master Of Science (MSC). Dengan ketekunannya, pada tahun 1986 Since mendapat beasiswa S3 ke Prancis dalam bidang Kesehatan Manusia dan Pangan. Setelah mendalami ilmu di Negara Prancis, Since lulus pada tahun 1991 dan kembali ke Indonesia untuk mengajar dan meneliti. “Saya mengajar, penelitian saya pun sudah banyak. Tahun 2005 saya mendapat gelar sebagai guru besar (Profe­sor) di Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB,” katanya.

BACA JUGA :  Tega, Mertua di Banyuasin Dibacok Menantu Pakai Sajam

Since mempunyai niat baik untuk ke­sehatan masyarakat Indonesia, salah sa­tunya ia telah meneliti Sorgum semacam biji-bijian seperti beras yang kandungan dan manfaatnya jauh lebih baik dari beras, bahkan dapat mencegah penyakit seperti kanker kolon dan diabetes.

Penelitian yang sangat ingin Since kejar yaitu penelitian mengenai minyak sawit mentah (MSMn) yang berwarna merah. Kare­na minyak sawit tersebut mempunyai kandungan vitamin A yang sangat banyak.

“Saya ingin membuktikan kepada pemer­intah bahwa minyak kelapa sawit merah sangat ber­manfaat un­tuk kesehatan mata. Dan itu semua di sia-siakan oleh perusahaan minyak ke­lapa sawit.” Pungkasnya.

============================================================
============================================================
============================================================