BOJONGGEDE, TODAY – Pen­gidap gangguan jiwa, Deni Aditama (35) harus meneri­ma perlakuan tak manusiawi dari keluarganya. Ia dikurung dalam gudang sempit dan gelap di rumahnya, Kampung Waringin Jaya, RT 02/06, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bo­jonggede, Kabupaten Bogor.

Maya, saudara Deni, menjelas­kan, keponakannya itu semula normal, namun sejak kedua orang tuanya bercerai saat Deni berusia 4 tahun, mulai stres.

“Dia tinggal sama neneknya. Dia stres sejak ditinggal orang tu­annya. Bapaknya memang sering kawin-cerai,” kata Maya, Selasa (1/3/2016).

Sejak saat itu, perilaku anak pasangan Suganda dan Nyai ini berubah. Deni sering memang­gil nama ayahnya kepada setiap pria yang melintas di depannya.

BACA JUGA :  Kecelakaan di Tol Cipularang Libatkan Minibus Tabrak Truk, 1 Luka-Luka

Bahkan ia mudah marah tan­pa sebab dan sering mengam­bil barang milik orang lain, lalu membuangnya.

“Dia itu dulu orangnya ramah dan baik, namun berubah jadi sering ngamuk,” kata dia.

Tini, saudara Deni, berkisah saat kecil Deni pernah dibuang oleh ayahnya ke suatu tempat. Namun Deni bisa kembali pu­lang ke rumah. “Untungnya dia tahu jalan pulang,” kata Tini.

Keluarga sempat membawa Deni ke Rumah Sakit Jiwa Mar­zoeki Mahdi dan menjalani per­awatan selama 3 tahun.

BACA JUGA :  Mau Tubuh Bugar dan Rileks, Yuk! Ikut Yoga di Sahira Butik Hotel Pakuan Bogor

Setelah kondisi psikisnya din­yatakan membaik, Deni dipu­langkan dan kembali berkumpul bersama sudara-saudaranya.

Namun tak berapa lama kondisi kejiwaannya kembali ter­ganggu setelah obat habis. Deni sering marah-marah dan men­gamuk. “Enggak ada biaya buat beli obat,” kata Tini.

Kondisi ini yang mendorong pihak keluarga memasungnya di sebuah gudang berukuran 2×2 meter, dekat kandang ayam.

Deni diperlakukan tidak layak sejak usia 11 tahun. Dari cara memberi makan hingga tidak per­nah dimandikan selama puluhan tahun.

(Rishad Noviansyah)

======================================
======================================
======================================