Maung Bandung Sasar Tiga Poin

DSCN2641BANDUNG, TODAY – Duel sengit akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (17/3) besok, dalam laga pembuka Piala Bhayangkara 2016. Jawara Piala Presiden, Persib Bandung, akan men­jamu kampiun Jenderal Sudirman Cup, Mitra Kukar, dalam laga yang akan dibu­ka langsung oleh Presiden Joko Widodo. Maung Bandung yang ingin membukti­kan taringnya terus berbenah di bawah asuhan Dejan Antonic. Beberapa pemain bintang pun terus didaratkan ke Band­ung.

Namun tidak demikian dengan Mi­tra Kukar. Setelah mengejutkan di PJS, performa Naga Mekes malah menukik tajam. Di Piala Gubernur Kaltim mereka gagal lolos dari fase grup, pelatih dan be­berapa pemain bintangnya pun memilih hijrah seperti Rudolf Yanto Basna dan Rizky Pellu. Meski begitu Dejan Antonic enggan terlena dengan kondisi Mitra Ku­kar yang compang-camping dan tetap fokus menata kekuatan timnya.

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tantang Lakshya Sen di Indonesia Open 2026, Ini Fakta Menarik Jelang Duel

“Saya dengar ada pemain pergi dari sana tapi menurut saya, saya tidak lihat itu. Semua pertandingan kita harus seri­us, saya hanya lihat tim kita,” ujar pria asal Serbia tersebut.

Dejan pun langsung menyasar poin penuh di partai pembuka Piala Bhayang­kara. Raihan 3 angka otomatis mengerek Maung Bandung di urutan atas klasemen grup A. Kemenangan juga tentu akan menjadi bekal berharga Persib dalam menatap laga-laga berikutnya karena mental Atep dan kawan-kawan akan terangkat. Menurutnya untuk merebut hasil positif, pemain Persib tidak perlu menguras energi dengan mencari peta kekuatan lawan.

“Dan ini pertandingan pertama pent­ing sekali dan harus dapat 3 poin. Kita harus serius dan tidak lihat kualitas tim lawan dan hanya lihat bagaimana kita main,” terangnya.

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

Mengenai kualitas Mitra Kukar yang mampu menjadi juara Jenderal Sudirman Cup, Dejan mengaku buta dengan kekua­tan lawan. Apalagi ketika tim yang masih diasuh Jafri Sastra itu mengguncang In­donesia, pelatih berusia 47 tahun itu ten­gah mengikuti kursus kepelatihan di Ero­pa. Yang terpenting baginya Persib tetap bermain sesuai dengan skema yang dia instruksikan ketika berada di lapangan.

“Saya tidak lihat turnamen di In­donesia, karena tidak ada disini. Saya hanya lihat final Mitra dan Padang cu­kup oke. Tapi pemain sudah pindah itu sedikit beda itu, tapi itu tergantung dari dia,” tukasnya.

(Imam/net)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================