

 Penyakit rematik bisa dialami oleh siapa saja. Rematik merupakan penyakit yang menyerang persendian. Banyak mitos yang berkembang mengenai penyakit ini. Salah satunya soal mandi malam hari yang disebut bisa menyebabkan penyakit rematik. Apalagi mandi malam dengan air dingin.
Oleh : Latifa Fitria
[email protected]
Stigma yang beredar tersebut salah adanya, karena tidak ada dalam refÂerensi mana pun yang mengatakan bahwa mandi pada malam hari berÂpengaruh pada kesehatan khususnya penyakit persendian atau reumatik. Secara medis mandi saat malam hari tidak menyeÂbabkan nyeri pada persendian, anggapan tersebut muncul dari pengalaman yang dialaÂmi masyarakat dan hanya mitos semata.
“Mandi malam enggak masalah. Itu hanya mitos,” tegas dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan reumatologi, Handono Kalim.
Menurut Handono, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa sering mandi malam hari bisa menyebabkan reÂmatik di kemudian hari. Hanya saja, terkadang mandi malam hari dan menggunakan air dinÂgin bisa membuat otot kaku. Hal ini pun lumÂrah dialami seseorang jika tidak kuat dingin.
Menurut Handono, sebaiknya memang tiÂdak mandi malam hari jika tubuh terasa linu setelah mandi. Air hangat disarankan untuk mengurangi rasa sakit pada persendian. Nyeri pada tulang lebih disebabkan oleh gaya hidup seseorang, seperti seberapa sering berolahraÂga, atau bagaimana ia menggunakan persenÂdiannya tersebut. Tapi memang dengan bertÂambahnya usia seseorang, terjadi penurunan kepadatan massa tulang. Selain itu, cairan sendi pun mengalami perubahan komposisi sehingga hal tersebut akan menyebabkan keÂluhan nyeri tulang dan sendi yang biasa diseÂbut reumatik.
Penyakit reumatik sendiri merupakan peÂnyakit yang menyerang persendian dan angÂgota gerak terutama tulang, sendi, otot, dan tulang belakang yang menimbulkan rasa nyeri dan kaku pada sistem musculoskeletal (sendi, tulang, jaringan ikat, dan otot).
Rematik sendiri banyak macamnya. Ada lebÂih dari 100 jenis penyakit rematik dengan gejala yang mirip. Kesalahan diagnosis pun sering terÂjadi saat menentukan jenis rematik seseorang. Menurut Handono, banyak yang menduga keÂluhan nyeri sendi karena asam urat.
Rematik yang cukup parah bisa menyebabÂkan kaku seperti jari tangan tidak bisa digerÂakkan. Hal ini membuat kualitas hidup sesÂeorang menurun. Jika persendian sudah kaku, maka tidak bisa disembuhkan atau hanya bisa dikontrol.
“Pertama mengalami kerusakan sendi. Lalu ketidakmampuan kerja seperti mengangÂkat suatu benda, serta menyebabkan kemaÂtian dini,” ujar Handono yang juga Ketua IndoÂnesian Rheumatology Associations (IRA) ini.
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















