060486600_1459697266-20160403-Arema_vs_Persib-HEL_1JAKARTA, TODAY – PERSIB Bandung ga­gal memenuhi ambisinya menjadi juara di Piala Bhayangkara 2016 setelah me­nyerah dari Arema Cronus 0-2 pada final Piala Bhayangkara 2016, di Stadion Uta­ma Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (3/4/2016). Gol dicetak Raphael Maitimo menit 59 dan Sunarto (84).

Kekalahan tersebut membuat Persib harus puas sebagai runner-up di turna­men ini. Sedangkan peringkat 3 diraih Sri­wijaya usai mengalahkan Bali United 2-0.

Belum semenit kick off, Cristian Gon­zales langsung menembakkan tendangan mendatar. Tapi sepakan kerasnya masih di atas mistar gawang.

Menit 11, Atep yang bermasalah pada mata usai mengalami benturan dengan Hamka Hamzah, Atep digantikan Tantan. Kartu kuning pertama diterima Esteban Viscarra gara-gara teckling Yanto Basna. Tendangan dari bola mati oleh Kim ma­sih belum menemui sasaran di pertenga­han babak pertama.

Melalui skema serangan balik, Tantan melepaskan tembakan ke arah bola hasil umpan dari Samsul tapi bola masih ter­baca kiper Kurnia Meiga menit 20. Pada menit 25, sebuah peluang di depan mu­lut gawang dari umpan Tony Sucipto ke­pada Belencoso belum mampu merobek jala Arema. Kedudukan mash 0-0.

Kartu kuning diterima Tony setelah menjatuhkan dendi Santoso di menit 38. Arema terus memberikan tekanan ke area pertahanan Persib. Kali ini giliran kartu kuning diterima Belencoso karena melakukan protes kepada wasit Nusur Fadillah dari Jakarta. Babak pertama usai, skor kacamata masih bertahan.

Di babak kedua, Persib menarik Samsul Arif digantikan David Laly. Kartu kuning juga diterima Yanto Basna akibat mendorong pemain Arema, Viscarra. Satu kesempatan dari situasi set piece gagal dimaksimalkan pemain Arema.

Pada menit 59, kebuntuan gol Arema pecah melalui gol Raphael Maitimo hasil umpan Sradan Lopicic. Persib terting­gal 0-1.

Dalam posisi defisit gol, Persib sep­ertinya mulai tertekan. Pelatih Dejan Antonic kemudian menarik Taufiq digan­tikan Febri Hariyadi. Petaka kedua hadir bagi Persib setelah Yanto Basna dikartu merah wasit di menit 70.

Ketika itu, Yanto akan membuang bola yang sedang dikuasai Viscarra. Tapi wasit menilainya sebuah pelanggaran. Insiden berlanjut ketika Dejan Antonic malah masuk ke dalam lapangan akibat kecewa denga keputusan wasit. Malah Dejan tampak menyuruh para pemain­nya meninggalkan lapangan. Situasi men­jadi tak terkendali karena para bobotoh melempatkan berbagai botol minuman.

Persib yang bermain dengan 10 pemain makin kesulitan un­tuk membangun serangan. Semen­tara Arema terus memberikan sejum­lah kesulitan me­lalui serangan balik. Persib kembali ke­colongan di menit 84 melalui Sunarto usai mendapatkan umpan dari Cristian Gonzales. Hingga laga usai, kedudukan tetap bertahan.

Pelatih Persib Bandung Dejan An­tonic dan manajer tim Umuh Muchtar mengecam kepe­mimpinan wasit Nusur Fadillah, dan di­tuding menjadi penyebab kekalahan 2-0 yang diderita Pangeran Biru dari Arema Cronus dalam pertandingan final turna­men Piala Bhayangkara, Minggu (3/4) malam WIB.

Dejan menilai sejumlah keputusan wasit telah merugikan Persib, sehingga memberikan pengaruh terhadap per­forma pemain. Menurutnya, sekalipun Persib diperkuat pemain bintang dunia, mereka tak akan berdaya jika dipimpin wasit seperti Nusur.

“Saya malu kalau bicara tentang sep­erti ini. Saya malu di depan puluhan ribu penonton seperti ini. Susah kalau 11 la­wan 14! Saya minta maaf, kita enggak bisa seperti ini,” sergah Dejan.

“Selamat untuk Arema, mungkin kita kalah pengalaman untuk hari ini. Kalau punya Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, kalau wasit seperti ini juga tetap akan susah untuk Persib.”

Sedangkan Umuh mempertanyakan kartu kuning kedua yang didapat Ru­dolof Yanto Basna di pertengahan babak kedua, sehingga diusir ke luar lapangan. Umuh menilai tendangan botol Yanto di­lakukan dengan tidak sengaja.

“Ini wasit butut, saya akan bicara. Wasit seperti ini tidak akan dipakai di Indonesia Soccer Champion­ship (ISC). Wasit kaya gini bakal saya buang kalau saya di PSSI,” cetus Umuh.

“Jelas-jelas Persib harus­nya dapat penalti, Cristian Gonzales off-side, tapi didiamkan. Yanto juga kartu merah. Apa itu, dia eng­gak sengaja.”

(Imam/net)