1.300 Pelajar Ikuti USM Universitas Pertamina

Untitled-15JAKARTA, TODAY — Bekerja di perusahaan minyak pelat merah PT Pertamina tampak­nya masih menjadi impian juta­an pelajar di Indonesia. Mereka membayangkan gaji besar dan pujian dari masyarakat jika bisa bekerja di PT Pertamina.

Itu sebabnya, ribuan pe­lajar rela berdesak-desakan dan berebut bangku kuliah di Universitas Pertamina. Tak kurang dari 1.300 peserta Minggu (24/4/2016) mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) Universitas Pertamina yang pertama kalinya.

Para peserta tes merupak­an pelajar kelas akhir dan lu­lusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Ke­juruan (SMK) tahun 2012 hingga 2016. Mereka merebutkan ‘kursi’ atau kuota sebagai mahasiswa.

BACA JUGA :  Film Baru Alvin and the Chipmunks Siap Hadir pada 2028, Rayakan 70 Tahun Waralaba

Rektor Universitas Pertamina, Akhmaloka mengungkapkan, para peserta tes harus mengikuti Tes Potensi Intelektual Umum (TPIU) yang meru­pakan tes kemampuan intelektual un­tuk masuk jenjang S1.

“Kami sangat senang melihat antu­sias para calon mahasiswa Universitas Pertamina. Ini ditargetkan menghasil­kan lulusan yang mandiri, berwawasan global, kompeten, dan relevan dengan tantangan dunia usaha dan indus­tri, khususnya di bidang bisnis dan teknologi energi,” katanya di lokasi ujian, Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Minggu (24/4/2016).

Akhmaloka mengungkapkan, se­banyak 20% peserta tes tertinggi pada hari ini atau gelombang pertama di­bebaskan dari biaya sumbangan insti­tusi sebesar Rp 10 juta. Pendaftar yang berjumlah 3.500 orang sendiri dibagi dalam 3 gelombang, dengan jumlah mahasiswa yang akan diterima seban­yak 1.000 orang.

BACA JUGA :  Cara Basmi Lalat Limbah di Kamar Mandi dengan Bahan Alami

“Target jumlah mahasiswa program sarjana yang akan diterima di Universi­tas Pertamina sekitar 1.000 orang. Atau sekitar 60 orang mahasiswa per pro­gram studi,” ujar Akhmaloka.

Mantan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengungkapkan, pihaknya membuka 15 program studi dengan 6 fakultas.

“Baik fakultas maupun program studi teknik maupun non teknik kese­muanya akan difokuskan pada konteks pengembangan pengetahuan dan riset di bisnis dan teknologi energi,” tutup Akhmaloka.

(Alfian M|net)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================