
“Tahun 2015 lalu, program swasembada padi unggul bersertiÂfikat Kabupaten Bogor ditarget 225 ton. Maka, lewat APBD, kami aloÂkasikan untuk pengembangan penÂangkar benih padi di Kecamatan Cariu dan Tanjung Sari karena puÂnya luasan 60 hektare sawah dan kegiatan pengembangan benih 15 hektare,†lanjutnya.
Yanti menekankan, pengemÂbangan industri benih padi IPB 3S menjadi nilai tambah potenÂsial bagi kesuksesan swasembada benih padi unggul bersertifikat dan pembangunan pertanian di KabuÂpaten Bogor serta swasembada pangan nasional.
Sementara, Rektor IPB, Dr. Ir Herry Suhardiyanto menjelaskan, start-up model industri benih ini diÂlaksanakan mulai tahun 2016 lewat pengembangan benih sumber padi IPB 3S di Seed Center, Departemen Agronomi dan Hortikultura. “Ada empat kegiatan dalam pengembanÂgan ini. Mulai dari penguatan peraÂlatan produksi dan laboratorium, produksi benih 1 dan 50 hektare, serta pelatihan penangkar, pengaÂwas dan pendamping sebanyak 20 orang untuk benih sumber, 250 unÂtuk benih komersil,†katanya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis kebutuhan beras dalam negeri akan tercukupi terutama setelah ditemukan dan mulai dikemÂbangkan varietas IPB 3S. Varietas unggul tersebut memiliki potensi hasil padi hingga 13,4 ton per hektar.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Widodo menyaksikan langÂsung panen bibit IPB 3S, di Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (27/9/2015). VariÂetas itu baru diujicobakan dengan penanaman besar di Karawang yaitu pada lahan seluas 500 hektar.
Pada kesempatan itu, Jokowi mengklaim, hampir satu tahun berjalan kebutuhan beras nasional terpenuhi oleh petani tanpa impor. Cadangan beras masih dalam batas aman yakni 1,7 juta ton. Jokowi berharap, varietas unggul sepÂerti IPB 3S mampu mendongkrak produksi padi dalam negeri.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















