BOGORTODAY.COM – Banyak orang tua menganggap bayi yang berkeringat saat menyusu merupakan kondisi yang normal. Keringat tersebut kerap dikaitkan dengan cuaca yang panas atau karena bayi mengeluarkan tenaga saat mengisap ASI.
Meski dalam beberapa kasus hal itu memang tidak berbahaya, orang tua tetap perlu memperhatikan jika keringat muncul secara berlebihan dan disertai gejala lain. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda adanya Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang membutuhkan penanganan medis sejak dini.
Dokter Konsultan Bedah Kardiotoraks dan Vaskular Anak di Brawijaya Hospital Saharjo, dr. Budi Rahmat, SpBTKV, SubspJPK(K), menjelaskan bahwa aktivitas menyusu dapat menjadi salah satu indikator untuk menilai kondisi jantung bayi.
Mengapa Bayi dengan Kelainan Jantung Mudah Berkeringat Saat Menyusu?
Bagi bayi, proses menyusu merupakan aktivitas fisik yang cukup berat. Pada bayi dengan kondisi jantung normal, kegiatan tersebut umumnya dapat dilakukan tanpa kesulitan berarti.
Namun, situasinya berbeda pada bayi yang mengalami kelainan jantung bawaan, seperti kebocoran sekat jantung atau gangguan struktur lainnya. Kelainan tersebut membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.
Akibat beban kerja yang meningkat, bayi akan lebih cepat kelelahan meski hanya sedang menyusu. Kondisi ini biasanya ditandai dengan napas yang lebih cepat, mudah terengah-engah, serta munculnya keringat berlebih saat proses menyusui berlangsung.
Tanda Lain Penyakit Jantung Bawaan yang Perlu Diwaspadai
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















