Untitled-7DPRD Kabupaten Bogor masih pikir-pikir untuk menerima atau menolak Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Bogor Tahun Anggaran 2015.

Oleh : RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Usai ekspose dilakukan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Adang Suptandar, Selasa (12/4/2016), kalangan wakil rakyat baru akan membahasnya di Badan Anggaran (Bang­gar) pada pekan depan.

Ketua Banggar, Ade Ruhandi menjelaskan, paparan Ket­ua TAPD di Gedung Serbaguna II, Sekretariat Daerah Kabu­paten Bogor itu hanya untuk mendengar pencapaian yang mampu diraih pada tahun lalu dan belum ada saling adu argumen antara legislatif dengan eksekutif.

“Belum, kan ini baru ekspose saja. Senin (18/4/2016) pekan depan kami akan rapat internal DPRD untuk menentukan jadwal rapat Banggar, supaya tidak bentrok dengan jadwal komisi di DPRD. Karena anggota anggota Banggar separuh dari jumlah anggota DPRD,” kata politisi Golkar itu.

Pria yang juga menjabat Ketua DPRD ini menambahkan, besaran Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) pun baru dibedah dalam Banggar dengan melihat hasil ekspose dan menyesuaikannya dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018.

“Dari ekspose ini, fraksi-fraksi pasti punya pandangan ma­sing-masing. Kita akan lihat nanti dalam Banggar seperti apa. Penyebab SiLPA pun nanti bakal dipertanyakan dalam rapat (banggar) itu,” tandas pria yang akrab disapa Jaro Ade itu.

Sementara Ketua TAPD, Adang Suptandar mengaku me­mang masih ada beberapa pekerjaan fisik di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tidak selesai atau gagal dikerjakan hingga diluncurkan ke tahun berikutnya. Ia pun tak menampik jika SiLPA 2015 sedikit lebih besar ketimbang tahun sebelumnya.

“Memang serapan belanja daerah kita belum maksi­mal. Seperti pengadaan fisik yang masih ada ga­gal hingga diluncurkan ke tahun ini (2016). Makanya semua akan dievaluasi,” kata Adang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor ini me­nambahkan, semua un­sur di Pemerintah Ka­bupaten Bogor akan dievaluasi oleh Bupati Nurhay­anti hingga ke tingkat keca­matan.