Untitled-11Komunitas GELAS (Gerakan Langsung Aksi Sosial) kembali melakukan bakti sosial (Baksos). Kali ini dilakukan bersama-sama komunitas lain yakni KoCak, Yayasan Indera Surya, dan Rumah Sakit Dhar­ma Nugraha di lokasi Tempat Pem­buangan Sementara (TPS) Pemulung Jl. Pemuda Ujung , Jakarta Timur .

Baksos yang fokus pada pengo­batan gratis untuk 200 warga di TPS Pemuda ini, dihadiri antara lain Nur­din Zainal, Eva Sitompul, Linda Djalil, Ambar, Hikmah Mawardini, Ayu B Nur­din, dr Agnes, dr Uphy, Novi, Apoteker Iyan, Drg Early, para guru PAUD di TPS Pemuda Fety, Santy, Laily, dan Dewi. Hadir pula dari Komunitas Cerdaskan Anak yakni Shanti Dewi, Meitria Cahy­ani, Endah Sari, Donna, dan Hanny.

Acara dimulai dengan sambutan disampaikan oleh Shanti Dewi per­wakilan KoCak, Kopaja (Komunitas Peduli Anak Marjinal), Ayu Basir Nur­din dari Yayasan Indera Surya, Nur­din Zaenal dari Komunitas GELAS, Vero dari RS Dharma Nugraha, dan sambutan dari Agus, tokoh masyara­kat di Gang Laskar TPA Pemuda.

Baca Juga :  Sub Komando Garnisun Bogor Peringati HUT TNI dengan Berbagi Sembako

Menurut Ayu B Nurdin, baksos kali ini lebih difokuskan pada pem­berian bantuan medis lantaran ma­syarakat di Gang Laskar TPS Pemu­da sangat membutuhkan bantuan obat-obatan dan pertolongan medis. ‘’Pada musim pancaroba ini banayak warga di sekitar TPA Pemuda mengal­ami gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit dan ispa (inpeksi sal­uran pernafasan atas),’’ kata Ayu usai melakukan baksos, akhir pekan lalu.

Selain memberikan bantuan pen­gobatan, baksos juga memberikan hi­buran pada anak-anak dan masyara­kat setempat yakni game berhadiah sembako dan peralatan sekolah juga dongeng dan atraksi sulap. Para pasien yang mengikuti pengobatan gratis ini juga mendapat bingkisan berupa goodie bag dan snack.

Baca Juga :  Penyalahgunaan Narkotika di Bogor Menjadi Bom Waktu, Ini Penjelasan LIPI

Tepat pata pukul 9.00, para pasien melakukan pendaftaran setelah mengi­kuti penyuluhan gigi. Warga masyara­kat tampak antusias mengikuti acara ini. Mereka berbondong-bondong membawa anak-anak mereka yang umumnya di bawah lima tahun. ‘’Ban­yak anak-anak yang derajat kehidupan kesehatannya sangat memerihatinkan. Misalnya, ada balita yang ditaruh be­gitu saja di dekat tumpukan sampah. Sementara orang tuanya sibuk me­mungut sampah yang bisa dijula untuk biaya hidup mereka,’’ ujar Ayu.

Karena itu, Komunitas GELAS, Yayasan Indera Surya dan yang lainnya berkomitmen untuk terus melakukan baksos di kawasan-kawasan pemukiman dengan pen­duduk mayoritas kurang mampu.

Bulan depan, Komunitas GELAS merencanakan baksos di daerah pemukiman MBR (Masyarakat Ber­penghasilan Rendah) di Kota Bogor bersama Surat Kabar Harian Bogor Today dan sekaligus melakukan pen­anaman pohon bersama Bogor Hejo.