WASHINGTON TODAY- Kandidat presÂiden Amerika Serikat dari Partai RepubÂlik, Donald Trump, menyatakan bahwa ia bersedia untuk berbicara dengan peÂmimpin Korea Utara, Kim Jong Un, unÂtuk mencoba menghentikan program nuklir negara itu.
Meski begitu, Trump menolak memÂberi detail soal rencananya terkait hal itu, dan hanya mengatakan ia terbuka untuk pertemuan tatap muka dengan Kim. “Saya akan berbicara dengannya, saya tak akan punya masalah untuk berÂbicara dengannnya,†ujar Trump soal Kim, kemarin.
Trump juga berujar bahwa ia akan menekan China, yang menjadi sekutu terdekat Korut, untuk membantu menÂcarikan solusinya. “Saya akan sangat menekan China karena secara ekonomi kita memiliki kekuatan yang sangat beÂsar atas China,†kata Trump.
Rencana Trump ini kontras jika dibanding dengan kebijakan Presiden AS, Barack Obama, yang mengandalÂkan dialog pejabat senior AS untuk berÂbicara dengan pejabat Korut. Obama sendiri tidak berhubungan langsung dengan Kim.
Misi Korut untuk PBB di New York belum menanggapi pernyataan Trump. Dalam wawancara dengan ReÂuters, Trump juga mengatakan bahwa ia tidak menyetujui aksi Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Ukraina timur, serta menyerukan renegosiasi kesepakatan iklim Paris.
Trump juga mengaku tidak akan mungkin memiliki hubungan yang baik dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Komentar itu diluncurkan Trump, karena Cameron pernah menyeÂbut kandidat calon presiden Amerika Serikat itu “pemecah belah, bodoh, dan sangat salah†soal seruannya untuk melaÂrang seluruh umat Muslim memasuki AS.
Aksi saling serang antara Cameron dan Trump berawal dari kecaman CamÂeron terhadap seruan Trump itu di hadapan parlemen Inggris. Cameron bahkan menyatakan ia akan memperÂsatukan warga Inggris untuk menolak Trump jika dia mencoba berkunjung ke negaranya. (Yuska Apitya/net)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















