“Tentu hal ini direspons dunia dan itu berdampak pada mata uang negara-negara scara umum turun, dan juga Indonesia, kita juga menyimak kondisi Brexit, di mana semakin tinggi kemungkiÂnan Inggris keluar dari Uni Eropa,†kata Agus dalam jumpa pers di Gedung BI, di Jakarta.
Pergerakan harga minyak, dan stok bahan bakar di Amerika Serikat (AS) juga turut menjadi pemicu pergerakan dolar. “Ini menyebabkan suatu volatilitas dan kita menjaga nilai tukar berada di fundaÂmental ekonomi,†ujar Agus.
Agus mengatakan, penguatan dolar tidak hanya terjadi pada rupiah, namun juga kepada mata uang sejumlah negara secara umum. Pada sore ini, pergerakan dolar AS tertinggi berada di Rp 13.592. (Winda/dtc)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















