JAKARTA, TODAY -Pergerakan USD terÂhadap rupiah menguat pada perdagangan di Kamis pagi ini. Pada Rabu sore, USD berada di kisaran Rp 13.366. Mata uang negeri Paman Sam ini pagi ini menyentuh tingkat tertingginya di Rp 13.450 hingga mendekati Rp 13.600
Dilansir dari Reuters, Kamis (19/5/2016), sejak pagi dolar memang suÂdah bergerak di kisaran Rp 13.400 hingga mendekati Rp 13.600. Gerak penguatan USD pada pagi ini sepertinya dipengaÂruhi oleh kabar yang muncul di AS, soal rencana kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) pada Juni nanti.
Sebanyak 34 persen pelaku pasar saÂham di AS memprediksi, The Fed akan menaikkan bunga acuan di Juni.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, ada beberapa hal yang mempengaruhi pelemahan rupiah pada hari ini.
“Tentu hal ini direspons dunia dan itu berdampak pada mata uang negara-negara scara umum turun, dan juga Indonesia, kita juga menyimak kondisi Brexit, di mana semakin tinggi kemungkiÂnan Inggris keluar dari Uni Eropa,†kata Agus dalam jumpa pers di Gedung BI, di Jakarta.
Pergerakan harga minyak, dan stok bahan bakar di Amerika Serikat (AS) juga turut menjadi pemicu pergerakan dolar. “Ini menyebabkan suatu volatilitas dan kita menjaga nilai tukar berada di fundaÂmental ekonomi,†ujar Agus.
Agus mengatakan, penguatan dolar tidak hanya terjadi pada rupiah, namun juga kepada mata uang sejumlah negara secara umum. Pada sore ini, pergerakan dolar AS tertinggi berada di Rp 13.592. (Winda/dtc)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















